Saat berada di penghujung tahun, yang sudah menjadi tradisi adalah perayaan tahun baru Masehi. Malam pergantian tahun baru sangat ditunggu-tunggu oleh semua kalangan. Tidak saja di belahan bumi lain seperti di Eropa dan Amerika, masyarakat kita juga sibuk dan sangat menanti-nantikan malam pergantian tahun tersebut. Namun tahukah kamu kapan pertama kalinya perayaan tahun baru ini dilakukan?

Rupanya, perayaan tahun baru ini sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelum Masehi. Perayaan ini diawali dengan perubahan kalender tradisional menjadi kalender yang sekarang kita tahu.

Dilansir jadiBerita dari berbagai sumber, sejak abad ke-7 SM, bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali perubahan. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.

Julius Caesar (Missopen)

Pada tahun 45 SM, Kaisar Romawi, Julius Caesar, mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian. Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. Kemudian pada tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan â??Quintilisâ? dengan namanya, yaitu â??Juliusâ? (Juli).

Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan â??Sextilisâ? dengan nama bulan â??Agustusâ?. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.

Januarius (Januari) dipilih sebagai bulan pertama, karena dua alasan. Pertama, Januari diambil dari nama dewa Romawi â??Janusâ?. Janus adalah dewa bermuka dua, satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus, sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.

Dewa Janus (Amazine)

Kedua, karena 1 Januari jatuh pada puncak musim dingin. Pada saat itu biasanya pemilihan konsul diadakan, semua aktivitas umumnya libur. Sementara pada bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru. Sejak saat itu Tahun Baru orang Romawi tidak lagi dirayakan pada 1 Maret, tapi pada 1 Januari. Tahun baru 1 Januari pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.

Orang Romawi merayakan tahun baru dengan cara saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Dewa Janus. Mereka juga mempersembahkan hadiah kepada kaisar.

Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristiani. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Tahun baru (Tribunnews)

Bagi orang Kristiani yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru Masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi. (tom)