Teknologi VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality) kini sepertinya menjadi tren, terutama untuk kalangan anak muda. Hal ini kemudian disadari oleh Octagon Studio Indonesia di Bandung, yang turut mengembangkan teknologi tersebut.

Mungkin kamu menganggap teknologi buatan Bandung ini masih kalah dibandingkan dengan teknologi buatan luar negeri. Jangan salah, karena teknologi buatan Bandung ini rupanya sudah cukup mendunia. Faktanya, reseller produk-produk buatan Octagon ini sudaj menjamah negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Hong Kong, Australia, Prancis, Irlandia, Inggris Raya, Amerika Serikat hingga Kanada.

Flashcard (Octagonstudio)

Hasbi Asyadiq, pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) Octagon Studio dalam situs resminya menjelaskan, sampai sekarang, produk Octagon sudah shipping di 10-20 negara yang direpresentasikan di salah satu kota besarnya, yaitu Los Angeles (LA).

â??Kami drop di LA. Jadi, semua yang hendak membeli produk kami bisa melalui reseller yang ada di LA,â? kata Hasbi.

Bahkan, kemampuannya dalam mengembangkan teknologi VR dan AR telah mendapatkan pengakuan di global, yakni awal 2016, Octagon berhasil meraih trofi Best App dan Rising Star Awards pada Wearable Technology Show (WTS) 2016 yang digelar di Kota London, Inggris.

Lebih jauh Hasbi menjelaskan, produknya yang paling populer adalah seri kartu pengingat (flashcard) edukatif berbasis AR. Produk ini dirancang untuk mengajarkan alfabet, bahasa Inggris, serta pengetahuan tentang dunia satwa, profesi, angkasa luar hingga makhluk prasejarah. Produk ini sudah dipasarkan di dalam dan luar negeri.

Dinosaur 4D (Octagonstudio)

â??Kami saat ini sudah mengeluarkan empat seri flashcard, antara lain alphabet, space, dinosaurus, profesi, dan nanti dalam masa uji coba adalah kendaraan,â? ujar Hasbi.

Selanjutnya, baru saja Octagon mulai mengeluarkan colour me, yaitu buku mewarnai yang jika sudah diwarnai, gambarnya bisa ke luar atau muncul. Lalu, Octagon juga sudah membuat VR box merek Octagon VR Luna, serta bekerja sama dengan beberapa perusahaan fashion untuk membuat AR yang diaplikasikan.

Hasbi menambahkan, teknologi AR dan VR bisa diterapkan di mana saja, termasuk untuk bidang properti. Perusahaannya pun pernah menjalin kerja sama dengan pengembang besar seperti Agung Podomoro dan Alam Sutera, yang minta dibuatkan brosur interaktif.

â??Kalau maket kan tidak bisa dibawa pulang, kalau brosur kan bisa di bawa pulang. Sampai di rumah bisa di-scan dan di lihat detailnya. jadi memang lebih tertib,â? ujarnya.

VR Luna (Octagonstudio)

Hasbi pun optimis teknologi tersebut akan terus berkembang. Pasalnya, perusahaan besar seperti Google dan Facebook pun memberi perhatian besar pada teknologi ini. Contohnya, Oculus, perusahan rintisan pembuat headset VR, telah dibeli Facebook. Jadi, memang teknologi ini akan menjadi kebutuhan pada tahun 2020 sebagai puncaknya karena target pasar dan pasarnya sangat besar.

Saat ini Octagon Studio fokus ke pengembangan produk dan proyek, dengan komposisi 35% proyek dan dan sisanya produk. Ia pun berharap teknologi VR dan AR bisa dinikmati semua orang. Maka, pihaknya akan mencoba membuat harga yang bisa lebih murah.

Berikut ini video dari beberapa produk Octagon Studio.

(tom)