Berkeliling dunia tampaknya menjadi impian wajib bagi para traveler. Selain cara hemat ala backpacker, tak sedikit juga yang ingin menikmati pengalaman berkeliling dunia dengan cara yang mewah seperti orang kaya.

Untuk itu, sebuah perusahaan agen perjalanan, DreamMaker menyediakan paket liburan super mewah yang diklaim menjadi yang termahal di dunia. Dilansir dari Oddity Central, Kamis (26/1/2017), perusahaan itu menawarkan paket liburan seharga USD 14 juta atau sekitar Rp 186 miliar.

Fasilitas pesawat pribadi (Passport to 50)

Paket super mewah ini menawarkan perjalanan keliling 20 negara di dunia untuk 50 orang, terdiri dari klien itu sendiri dan 49 sanak saudaranya. Tentunya DreamMaker tak main-main dengan paket liburan yang akan dibuka pada Agustus 2017 itu. Mereka menyediakan seluruh fasilitas berkelas termasuk kru perjalanan terbaik yang dilatih secara khusus.

Untuk akomodasi perjalanan, mereka menyediakan pesawat pribadi Boeing 767 Jet untuk klien utama. Sementara untuk 49 keluarga lain dapat menggunakan pesawat Boeing Business Jet. Hal itu mereka lakukan demi kenyamanan klien utama. Tentu saja, fasilitas dari pesawat yang mereka tumpangi itu memiliki kualitas tinggi dan mewah.

Fasilitas pesawat pribadi (Passport to 50)

Bahkan, disediakan pula pengaduk koktail yang berlapiskan emas 18 karat, dan juga berlian putih dan biru senilai USD 1 juta atau sekitar Rp 13,5 miliar. Pengaduk koktail ini dibuat oleh¬†World of Diamonds Group, sebuah konsorsium pertambangan berlian, polishing dan perusahaan distribusi yang juga memiliki manufaktur perhiasan mewah. “Pengaduk koktail ini layaknya mahakarya Picasso yang mewah”, demikian kata¬†World of Diamonds Group Director Karan Tilani.

Pengaduk koktail berlapis emas (Passport to 50)

Meski harus berkeliling dunia, mereka menjamin bahwa kliennya hanya akan merasakan 12 persen waktu perjalanan udara dan 88 persen sisanya adalah liburan yang sesungguhnya. Liburan ala DreamMaker akan mengunjungi pulau Koh Samui, Khatmandu, Agra, London, Barcelona hingga Manilla.

Rupanya, DreamMaker melakukan ini bukan demi keuntungan semata. Menurut founder DreamMaker, Gregory Patrick, dari keuntungan yang diperoleh, DreamMaker mengaku akan mendonasikannya demi kepentingan anak-anak. Mereka akan membagikan 2,500 sepeda, menyediakan air bersih dan mendirikan rumah singgah untuk anak-anak yang kurang beruntung di beberapa negara. (tom)