Selain Mark Zuckerberg sang CEO Facebook yang menanamkan teknologi JARVIS ala film “Iron Man”, rupanya ada juga orang Indonesia, tepatnya di Bekasi, yang menanamkan teknologi serupa pada motor miliknya.

Bila kecerdasan buatan yang dibesut bos Facebook dikembangkan sebagai asisten virtual yang bisa membantu penghuni rumahnya, maka sistem milik warga Bekasi bernama Endie itu dapat membantu pengguna menyalakan mesin sepeda motor dengan perintah suara. Cukup praktis, karena pengguna tak perlu lagi memasukkan kunci ke lubang kunci di sepeda motor.

Bahkan, Endie juga menamainya dengan nama JARVIS, sama seperti yang dibuat Mark Zuckerberg dan film “Iron Man”. Perintah yang diucapkannya pun cukup singkat: “Jarvis hidupkan motor”, kemudian mesin pun menyala beserta lampunya.

Endie Yusup (YouTube)

Endie mengatakan, dirinya mendapatkan ide tersebut karena keingintahuan mengenai sistem robotik yang bisa dikendalikan dengan perangkat smartphone. “Setelah cari tahu, saya tertarik dengan komponen-komponen robotik yang bisa dibilang harganya terjangkau,” tutur Endie seperti dikutip dari Liputan6com, Selasa (31/1/2017).

Endie pun mulai mencari tahu bagaimana cara menghubungkan komponen robotik itu ke perangkat Android dan memasangnya di sepeda motor. Selanjutnya, ia berupaya merakit komponen-komponen robotika itu sedemikian rupa dan menghubungkannya ke smartphone Android dengan koneksi Bluetooth.

Lalu untuk menguhubungkan smartphone dan motor dibutuhkan sebuah aplikasi. Endie sendiri masih merahasiakan nama aplikasi yang saat ini baru bisa digunakan di perangkat Android itu.

Endie Yusup (Kumparan)

Pria 27 tahun ini mengatakan, agar tetap aman, Bluetooth juga diproteksi dengan password empat digit. Sehingga, sepeda motor tak bisa diperintah oleh pengguna lain meskipun dengan perintah suara yang sama.

Pria kelahiran Tasikmalaya ini menjelaskan, meskipun masih sangat sederhana, JARVIS cukup aman. “Kalau modulnya sendiri aman, karena saya pasang fuse untuk mendeteksi arus korsleting di modul. Jadi, jika ada kerusakan pada modul, otomatis sistem akan kembali normal seperti pabrikan,” kata Endie.

Selain itu, jika smartphone yang di dalamnya terpasang aplikasi hilang, pengguna juga masih bisa menggunakan ponsel lainnya asalkan mengetahui password yang mengomunikasikan sepeda motor dan smartphone.

Ke depannya, Endie ingin terus mengembangkan teknologi JARVIS ini agar lebih canggih lagi. Termasuk, mengaktifkan fitur GPS yang sampai saat ini Endi belum menemukan kode pemrograman untuk mengaktifkan sistem lokasi.

Teknologi ini sudah mulai dijual Endie melalui akun Facebook miliknya dan ia kewalahan jika mengerjakannya sendiri. Maka dari itu, ada rencana Endie untuk merekrut lima anggota agar bersama mengembangkan teknologi tersebut.

JARVIS di film Iron Man (Jalantikus)

“Saya harap bisa membentuk tim kecil yang terdiri dari lima orang, agar usaha ini dapat berkembang lebih jauh. Saya juga bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan usaha ini,” kata Endie.

Sektor keamanan juga bakal ditingkatkan untuk menekan angka pencurian motor. Sejauh ini, Endie membekali fitur alarm pada JARVIS yang bisa bunyi jika terlacak ada upaya menyalakan motor dari rumah kunci atau upaya pemaksaan lain.

Endi mengaku memelajari pemrograman komputer secara otodidak. Sistem teknologi ini bisa terwujud berkat kecakapannya mengaplikasikan sumber daya yang telah ada ke dalam motor. Endi mengaku mendalami dunia otomotif yang jadi jurusannya ketika duduk di bangku SMK Muhammadiyah Tasikmalaya. Dia juga sempat mengelola bengkel sendiri.

Berikut ini videonya.

(tom)