Sebuah foto yang muncul di media sosial Reddit membuat heboh para netizen. Pasalnya, foto itu memperlihatkan 80 burung elang di dalam sebuah pesawat.

Burung-burung itu dikatakan dibawa oleh seorang pangeran Arab Saudi. Foto itu diunggah oleh akun bernama lensoo. Menurut pemilik akun tersebut, 80 elang itu dibawa ke dalam pesawat dengan kondisi sayap mereka terikat supaya tidak bisa terbang berseliweran.

�Teman kapten saya mengirimkan foto ini,� katanya dalam keterangan foto yang dia unggah. �Pangeran Saudi membeli tiket untuk 80 ekor elangnya,� lanjut dia.

My captain friend sent me this photo. Saudi prince bought ticket for his 80 hawks. from funny

Hanya saja akun pengunggah foto 80 burung elang milik Pangeran Arab saudi yang masuk ke dalam pesawat itu tidak menjelaskan bagaimana burung elang itu bisa dengan leluasa masuk ke pesawat. Padahal biasanya pemeriksaan di bandara sangat ketat.

Dilansir dari Daily Mail, Rabu (1/2/2017), burung-burung pemangsa yang biasa digunakan untuk berburu itu diyakini diterbangkan dengan maskapai Qatar Airways. Namun informasi ini masih belum dipastikan kebenarannya oleh pihak maskapai.

Burung elang menjadi penumpang pesawat di kabin, sebenarnya bukanlah hal tak lumrah. Bagi maskapai yang mengudara ke Uni Emirat Arab, seringkali elang diperbolehkan dibawa ke kabin penumpang, atau melalui bagasi pesawat.

Di Uni Emirat Arab, burung elang sangat digemari karena bisa dilatih untuk digunakan saat berburu. Elang juga menjadi burung nasional Uni Emirat Arab. Kebanyakan maskapai seperti Etihad, Qatar Airways dan Emirates rata-rata mengizinkan burung elang dengan jumlah tertentu dibawa ke kabin. Namun jumlah 80 ekor tentu tergolong sangat banyak.

Pesawat Qatar Airways (Marhaba)

Maskapai Qatar Airways menjelaskan secara detail soal aturan membawa elang di pesawat pada situsnya. Untuk kelas ekonomi, Qatar Airways hanya memperbolehkan maksimum enam ekor elang di kabin. Etihad Airways mengizinkan elang di kabin utama asalkan seluruh dokumen yang dibutuhkan telah lengkap. Adapun maskapai Flydubai menyatakan setiap elang di kabin harus ditempatkan di kursi sendiri dan diletakkan di atas kain untuk menghindari insiden.

Selain mengizinkan elang di kabin, Uni Emirat Arab juga memberlakukan paspor khusus untuk elang. Media lokal, Gulf News melaporkan, selama tahun 2002-2013, Uni Emirat Arab merilis 28 ribu paspor untuk elang dengan masa berlaku 3 tahun. Program paspor elang diluncurkan Kementerian Lingkungan dan Kelautan dengan tujuan memerangi perdagangan ilegal burung pemangsa itu. Dengan paspor itu, elang bisa dibawa bepergian ke Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Pakistan, Maroko dan Suriah. (tom)