Jika biasanya seorang penyanyi atau band merekam lagunya di studio rekaman, maka hal berbeda akan dilakukan oleh band NOAH. Mereka berencana merekam lagu-lagu untuk album terbarunya di atas kapal pinisi Cheng Ho pada 5 sampai 10 Februari mendatang. Kapal tersebut berlayar di sekitar perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Agar bisa melakukan rekaman dengan maksimal,  beberapa bagian kapal disulap Noah menjadi studio rekaman. “Sebelumnya kami telah melakukan survei kapal tersebut di Labuhan Bajo. Kami melihat kira-kira ruangan mana yang  dijadikan studio. Ternyata ruang makannya cukup besar, pas untuk dijadikan studio. Lalu ada kamar yang diubah menjadi tempat take vocal,” beber Ariel seperti dikutip dari Tabloidbintangcom, Kamis (2/2/2017).

NOAH (Hello-pet)

Studio dadakan ini diisi berbagai macam peralatan yang biasanya digunakan untuk proses rekaman lagu. “Kami membawa tiga komputer. Buat jaga-jaga, kalau ada salah satu komputer yang rusak. Ada juga alat band dan sejumlah peralatan untuk take vocal,” jelas Ariel.

“Mixer juga dibawa. Kami jamin masalah kualitas rekaman enggak akan berbeda dengan hasil rekaman Noah lainnya,” timpal Uki.

Agar lebih fokus, NOAH akan melakukan karantina dalam menggarap lagu-lagu barunya. “Terakhir kami dikarantina saat pengerjaan album kedua Peterpan. Saat itu kami dikarantina di daerah pegunungan. Karantina itu bagus buat pengerjaan album karena kami bisa jadi fokus dan lebih efisien. Jadi ide enggak ada yang hilang,” kata Ariel.

NOAH (Esplanade)

“Itu sebabnya ketika ada ide karantina di kapal pinisi, kami terima. Mudah-mudahan nanti kami bisa bikin karya yang maksimal di sana,” tambah Ariel.

Kegiatan rekaman Noah di kapal pinisi merupakan bagian dari rangkaian acara “7 Days in Paradise”.  Setelah rekaman rampung, Noah akan menggelar konser di Gili Trawangan, Lombok pada 11 Februari nanti. (tom)