Orang bilang, menjalani pekerjaan yang merupakan hobi adalah impian semua orang. Inilah yang dilakukan oleh Wahyu Widjoyono. Semuanya berawal dari hobi Wahyu yang senang mengutak-atik gitar elektrik. Pria ini bahkan juga tak menyangka ulah isengnya untuk mereparasi gitar kesayangannya bahkan menjadi usaha yang berkembang pesat hingga sekarang.

Aroma khas remah kayu menusuk hidung begitu memasuki ruang kerja Wahyu Widjoyono. Balok-balok kayu untuk bahan bodi gitar elektrik beserta peranti pahat tertata rapi. Empat gitar setengah jadi menggantung di ruang finishing yang lantainya dipenuhi tetesan cat warna-warni.

Dalam kesehariannya, Wahyu dibantu sepupunya, Wijak. Saat itu, mereka sibuk memindahkan beberapa bodi gitar setengah jadi.Sejumlah setang gitar tak lupa diusung ke meja kerja untuk dicat. Sebatang pensil usang tergeletak tepat di bawah lampu. â??Buat lembur nanti malam,â??â?? ucap pria kelahiran 19 Juni 1981 tersebut, seperti dikutip dari Okezonecom, Kamis (9/2/2017).

Wahyu sedang menyetting gitar (Getargitar)

Terkait urusan gitar elektrik, nama Wahyu lumayan beken. Karena berlatar belakang gitaris, dia cukup hafal lekuk hingga dawai alat musik itu di luar kepala.

Keahlian pemilik merek Widjoyono tersebut berawal dari coba-coba saat memperbaiki gitar kesayangannya. Ternyata, hasil utak-atik Wahyu mengundang kagum teman-teman bandnya dulu. â??Menurut mereka, tak kalah dengan gitar buatan luar negeri,â??â?? kenang Wahyu.

Dia akhirnya percaya diri membuka jasa reparasi gitar. Tiga tahun kemudian, dia berani berproduksi dengan modal referensi tentang seluk-beluk pembuatan gitar. Dia memproduksi gitar elektrik sejak 2013. Workshop-nya berada di Jalan Flores, Kartoharjo, Kota Madiun. â??Pelan-pelan, sekarang dapat nama,â??â?? ujarnya.

Gitar handmade karya Wahyu mulai dikenal sejumlah musisi. Gitaris-gitaris band ternama mulai meminati gitar buatan Wahyu. Saat ini, Wahyu mengerjakan pesanan Roby Satria, gitaris band Geisha. â??Cukup detail pernak-pernik gitar yang dipesan Roby,â??â?? terang Wahyu.

Dia mengklaim bahwa Massardi, gitaris sekaligus vokalis Barasuara Band, juga memainkan gitar merek Widjoyono. Radha, gitaris Armada Band, tiga kali memesan gitar dari Wahyu. Seingat Wahyu, Radha adalah gitaris pertama yang memainkan gitar Widjoyono hingga memperkenalkannya kepada sesama gitaris di Jakarta pada awal 2015.

Gitar Widjoyono (Pinterest)

Tiga tipe gitar elektrik menjadi trademark Widjoyono. Pertama, tipe Wido yang memiliki keaslian suara sehingga cocok dengan semua aliran musik. Tipe kedua adalah Eryya yang menghasilkan nada yang lebih lembut untuk jenis musik blues dan pop. Ketiga, tipe Nenny yang condong ke aliran musik cadas. â??Wido, Eryya, dan Nenny itu nama anggota keluarga saya,â??â?? jelas Wahyu.

Pria yang mengaku hendak mengakhiri masa lajangnya tersebut mematok harga Rp 5 juta hingga Rp15 juta untuk gitar karyanya. Harga bergantung pada detail pekerjaan. Baru-baru ini, gitar made in Wahyu menyeberang ke Singapura. â??â??Ada yang pesan tiga unit sekaligus, lumayan buat modal nikah,â??â?? gurau putra pasangan Suparlan dan Sunarsih itu.

Berikut ini video demo dari gitar Widjoyono.

(tom)