Home jadiInspirasi

Buat Sepatu dari Kulit Ikan, Produk Wanita Cantik Asal Tangerang Ini Mendunia

swa.co.id

Sepatu yang terbuat dari kulit sapi memang sudah biasa. Namun, pernahkah kamu berpikir ada sepatu yang terbuat dari kulit ikan? Ningsih, seorang wanita muda asal Tangerang berhasil menciptakannya.

Lewat tangan kreatif Ningsih, kulit ikan nila, kaci-kaci dan ikan kakap ‘disulap’ menjadi sepatu dan tas cantik khusus untuk perempuan. Ningsih memulai bisnisnya sejak tahun 2013 dengan mengusung brand Pineapple Shoes. Awalnya, Ningsih memproduksi sepatu dengan bahan yang bervariasi. Sadar, persaingan yang ketat di bisnis tersebut, ia kemudian menggunakan kulit ikan sebagai bahan baku sepatu yang dibuatnya.

marketing.co.id

Diberitakan Bintang, ide untuk membuat sepatu berbahan dasar kulit ikan ketika dirinya bertemu pertama kali dengan penyamak kulit bernama Nurul Haq, dosen di kampus IPB yang sedang menyamak ikan kakap. Sementara itu, bahan baku kulit ikan dari nelayan binaan Dinas Perikanan dan Kelautan DKI, lalu Ia bawa ke penyamak khusus kulit ikan.

“Bahan kita dapat dari nelayan, kerjasama dengan binaan Dinas Kelautan DKI. Kulit ini digarap lansung oleh penyamak kulit ikan pertama kali itu Bapak Nurul Haq, Beliau yang pertama kali menyamak kulit ikan kakap,” ujarnya seperti dilansir dari Detik.

swa.co.id

Menurutnya, kulit ikan punya tekstur unik dan tebal. Proses menyamak kulit ikan pun tidak sebentar, sampai 10 hari. Menariknya, produk dari kulit ikan daya tahannya lebih kuat tiga tahun lebih lama dibanding kulit sapi.

Produk buatannya lalu dipasarkan melalui media online. Meskipun awalnya ia merasa sangat sulit memasarkan sepatu berbahan dasar kulit ikan karena masih banyak pelanggan yang ragu. Namun, ia tetap percaya pada produknya dan mencoba berpartisipasi di banyak pameran internasional.

Ternyata keputusan yang dibuatnya berbuah manis. Berkat ide kreatif dan unik, sepatu buatannya tidak hanya diminati konsumen dari dalam negeri, tetapi juga pecinta sepatu dari mancanegara. Kini, sepatu kulit ikan sebagai bahan baku berhasil menarik minat banyak orang di Singapura, Malaysia, Perancis, sampai Meksiko.