Siapa di antara kamu yang suka makan pedas? Orang yang suka makan pedas tentunya akan menambahkan bumbu pedas seperti saus sambal, atau bahkan cabai itu sendiri pada makanan yang akan mereka santap, agar terasa lebih pedas.

Rasa pedas cabai dipicu oleh senyawa kimia bernama capsaicin. Senyawa capsaicin sebetulnya adalah bentuk pertahanan cabai agar tidak dimakan oleh hewan terutama mamalia. Namun demikian, manusia malah menyukainya karena itu. Kenapa bisa begitu?

Cabai (Vemale)

Pembawa acara sains untuk BBC, Dr Michael Mosley, menjelaskan bahwa cabai malah disukai oleh manusia karena capsaicin mampu memicu keluarnya hormon tertentu. Rasa pedas ketika capsaicin bertemu dengan reseptor TRPV1 di mulut membuat otak melepaskan adrenalin dan endorfin.

“Ini seperti sebuah aktivitas pencari ketegangan. Memberi umpan stimulasi untuk otak kita,” ungkap Michael seperti dikutip dari BBC, Selasa (14/3/2017).

Alasan tersebut hampir sama seperti mengapa orang-orang melakukan aktivitas terjun payung, bungee jumping, atau menonton film horor. Adrenalin membuat jantung berdegup lebih kencang sementara endorfin menghasilkan perasaan euforia, kesenangan, dan mengurangi rasa sakit secara alami.

Makan pedas (Merdeka)

Menurut Michael bila dilihat dari perspektif evolusi, tumbuhan cabai memang lebih menginginkan buahnya dimakan oleh burung agar biji-bijinya bisa tersebar jauh. Oleh karena itu cabai mengembangkan sebuah sistem pertahanan pada hewan mamalia yang memiliki reseptor TRPV1 sensitif terhadap capsaicin.

“Cukup menarik karena burung berbeda dari mamalia, mereka tidak memiliki reseptor TRPV1 oleh karena itu tidak bisa merasakan pedas,” kata Michael.

Cabai (Kabarmaya)

Jadi, kesimpulannya, rasa pedas itu bisa membuat adrenalin seseorang terpacu, dan memberikan efek senang. Bisa dibilang efek dari makan pedas ini sama dengan ketika seseorang melakukan hobi ekstrem seperti bungee jumping atau olahraga yang memacu adrenalin lainnya. (tom)