Susilo, Sukarno, Suharto, Sujatmiko, Sukiman, Sumadi, dan nama berawalan Su lainnya biasanya banyak dipakai orang Jawa zaman dahulu untuk menamai anak mereka. Bahkan kini juga terdapat nama orang yang berawalan Su, meskipun tak banyak.

Nama Jawa umumnya berasal dari bahasa Jawa dan nama ini biasanya mengambil dari bahasa Sansekerta. Dua di antaranya adalah awalan “Su-” dan “Wa-“, nama ini banyak digunakan orangtua untuk menamai putra putrinya.

Sukarno dan Suharto (Tribunnews)

Selain diambil dari bahasa Jawa, nama Jawa juga dipengaruhi oleh nama Arab, hal ini berlaku untuk masyarakat yang memiliki tradisi Islam yang kuat, seperti di pesisir utara Jawa, misalnya Slamet (dari Salam), Sarip (dari Sharif), Saliki (dari Salihin), dan lain-lain.

Lalu, kenapa nama berawalan Su lebih populer bagi orang Jawa zaman dulu? Ternyata alasan orangtua menamakan anak mereka dengan awalan Su adalah karena kata ini memiliki makna yang baik. Dilansir dari Kesolocom, Rabu (15/3/2017), selain makna baik, awalan Su juga memiliki arti sangat, lebih, selalu, atau paling.

Ilustrasi orang Jawa (Kompas)

Beberapa contoh nama Jawa yang menggunakan awalan Su antara lain adalah Suharto, yang berarti paling banyak harta, atau Subagyo yang artinya orang paling bahagia, serta nama-nama lainnya, yang tentu saja bermakna positif.

Jadi kini sudah jelas, awalan nama Su bukanlah hal buruk atau mengandung konotasi negatif, sebab nama ini mengandung doa baik seperti harapan para orangtua. Sayangnya, kini sudah mulai jarang bayi yang dinamakan dengan nama Su seiring perkembangan zaman.

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu ingin menamai anakmu dengan awalan Su? (tom)