Siapa bilang bermain game tidak bermanfaat? Banyak bukti bahwa menjadi seorang pemain game atau gamer justru bisa menghasilkan uang. Biasanya, yang bisa menghasilkan uang adalah gamer “Dota 2”.

“Dota 2” merupakan salah satu gim MOBA terpopuler. Saking populernya, gim ini punya kompetisi tersendiri di level global, yakni The International. Satu level di bawah The International, ada pula tiga kompetisi yang tak kalah bergengsi, yaitu Boston Major, Manila Major, dan Shanghai Major.

Sumail Hassan (Tribune)

Tak tanggung-tanggung, total hadiah yang diperebutkan di kompetisi ini menimbulkan decak kagum. Pada kompetisi The International 2016 (TI6), misalnya, total hadiahnya mencapai USD 20 juta atau sekitar Rp 266 miliar. Oleh sebab itu, tidak heran bila pemain “Dota 2” berlomba-lomba untuk menjadi pemenang kompetisi ini.

Sumail Hassan (Gadgetinformers)

Salah satu pemain “Dota 2” berbakat dan berprestasi adalah Sumail Hassan. Gamer kelahiran tahun 1999 ini merupakan anggota tim Evil Geniuses. Dilansir dari Esportearnings, Rabu (22/3/2017), pada kompetisi The International 2015, setelah mengalahkan CDEC di babak final yang sengit pada 8 Agustus 2015, ia bersama rekan satu timnya menyabet gelar juara umum di kompetisi International 2015 (TI5) dan mendapat hadiah senilai USD 6.630.109 atau sekitar Rp 88,4 miliar.

Remaja berdarah Pakistan ini, pada saat itu dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai gamer termuda di dunia, yang secara personal meraih hadiah di atas US$ 1 juta, tepatnya USD 1.639.867 atau Rp 21,8 miliar.

Sumail Hassan (Bloomberg)

Hingga saat ini, menurut laporan eSports Earnings, pendapatan Sumail dari profesinya sebagai gamer profesional diperkirakan mencapai USD 2.401.426 atau sekira Rp 32 miliar. Jadi, kalau di antara kamu ada yang serius ingin menggeluti karier sebagai pemain “Dota 2” profesional, tidak tertutup kemungkinan kamu pun bisa menjadi seperti Sumail. (tom)