Sedotan mungkin dianggap sebagai salah satu penemuan yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Dengan sedotan, dalam beberapa kondisi, minum jadi lebih mudah dan nikmat.

Selain itu, sedotan juga dianggap bermanfaat untuk kesehatan gigi. Sedotan dapat membantu menurunkan kerusakan gigi karena asam yang disebabkan minuman berkarbonasi. Sedotan akan membantu mengalirkan cairan minuman langsung ke kerongkongan tanpa mengenai gigi. Namun tahukah kamu bagaimana awal ditemukannya sedotan ini?

Kelahiran sedotan disinyalir ada pada 2 ribu hingga 3 ribu tahun Sebelum Masehi. Sedotan ditemukan dalam sebuah makan milik orang Sumeria di Irak. Kala itu, sedotan yang ditemukan dibuat dari emas dan batu berharga lainnya. Warga Argentina dan sekitarnya juga membuat sedotan yang disebut sebagai bombilla.

Dilansir dari Witty Feed, Selasa (4/4/2017), sedotan pertama yang ditemukan digunakan untuk minum bir. Kemungkinan besar, sedotan dipakai untuk menghindari berbagai produk padat hasil fermentasi yang mengendap di bagian bawah.

Sedotan kertas (Aliexpress)

Dalam perkembangannya, sedotan dibuat dari berbagai bahan, termasuk rye grass. Meski murah namun penggunaan rye grass membuat rasa minuman terasa sedikit seperti rumput.

Sampai akhirnya sedotan modern dibuat dengan bahan kertas. Adalah Marvin Stone yang memiliki ide untuk membuat sedotan berbahan kertas saat minum di tengah cuaca panas di Washington DC, AS.

Marvin Stone (Pdxretro)

Dia mematenkan temuan sedotan kertasnya yang ditemukan pada 1888. Kala itu sembari menikmati minumannya, dia menggulung kertas dengan pensil dan membuatnya jadi gulungan kecil. Dia mengoleskan lem di antara gulungannya.

“Sedotan kertas menemui masa kematiannya perlahan-lahan pada tahun 1960-1970an,” kata David Rhodes, manajer di Aardvark Paper Drinking Straw, sebuah perusahaan sedotan kertas. “Pada pertengahan tahun 70-an, sedotan dari kertas itu telah hilang seluruhnya,” lanjutnya.

Namun pada tahun 1961, sedotan plastik sudah mulai dikenal. Aslinya, ini dibuat karena sebuah kesalahan yang dilakukan pada tahun 1940 di Ohio. Kesalahan ini dibuat karena seorang pembuat sedotan berbahan kaca. Namun demi keamanan pengguna, sedotan mulai dibuat dengan bahan dasar plastik, bukan kaca.

Sedotan (Analisadaily)

Penemuan selanjutnya dikembangkan 40 tahun kemudian di San Francisco. Adalah Joseph B. Friedman yang terinspirasi untuk membuat sedotan saat menyaksikan putrinya kesulitan menikmati milkshake dari gelas tinggi. Dia masih kesulitan meskipun sudah dibantu dengan sedotan yang lurus.

Joseph B. Friedman dan sedotan bengkok ciptaannya (Imoreps)

Dia pun mengakali sedotan lurus ini dan membuatnya jadi bengkok. Sedotan tipe ini dipatenkan pada 1937. Sedotan ini pun terkenal dan masih digunakan sampai saat ini.

Meskipun kebanyakan sedotan kini terbuat dari plastik, ternyata masih ada juga yang menggunakan sedotan dari bahan kertas. Sedotan dari kertas kembali menjadi tren pada akhir tahun 90-an. Hal ini dikarenakan isu lingkungan yang mulai tercemar, sehingga sedotan dari kertas mulai banyak digunakan agar lebih ramah lingkungan. (tom)