Kamu itu ilusi. Ilusi yang membelenggu. Atau justru ilusi yang hanya diciptain oleh hati saya sendiri?

Kita tidak akan pernah tahu bagaimana kehidupan kita kedepannya dan dengan siapa kita akan jatuh cinta, bahkan kita tidak akan pernah tahu bagaimana rencana-rencana Tuhan untuk membawa kita semakin dekat dengan orang yang kita cintai. Hayo! Kalian pasti kenal kan dengan quotes diatas? Yap! Kata-kata itu terlontar dari bibir seorang lelaki yang melelehkan setiap hati para wanita, Nathan. Nathan adalah lelaki dengan sosok yang sempurna edisi remaja masa kini; bad boy, cool, romantic, dan jago berantem. Siapa yang bisa menolak? Namun, ada satu perempuan yang beruntung dan menguntungkan yang hadir tanpa diduga-duga! Salma, seorang perempuan dengan sifat tegas dan cuek bebek itulah yang mampu mengubah sosok Nathan! Semua ini berawal dari hari Senin dan plester bermotif. Eits, daripada semakin spoiler, mending kita ulas sedikit yuk filmnya!

Cerita ini diangkat dari salah satu mahakarya seorang penulis Wattpad yang bernama Erisca Febriani. Cewek kelahiran Bandar Lampung, 25 Maret 1998 ini mampu melahirkan makhluk ilusi yang menjadi dambaan para remaja kedalam dunia nyata! Erisca kini sedang menjalankan kuliahnya di Universitas Lampung dan menempuh jurusan Agroteknologi! Keren banget, ya?

Via MyBookShow

Karya Wattpad yang ia tulis dan diangkat ke layar lebar ini kini sudah membuahkan 2.9 juta pembaca, wow! Tapi untuk menjadikan kisah Dear Nathan ini ke layar lebar bukanlah hal yang mudah, Erisca mengalami beberapa jatuh bangun, mulai dari ditipu oleh seorang editor hingga satu juta, tidak direspon oleh sebuah penerbit mayor, hingga pada akhirnya ada penerbit lain yang menjadikan impiannya menjadi kenyataan! Tentu saja novel yang menjadi best seller dipasaran ini diikuti dengan berbagai tawaran dari Production House, namun pilihannya jatuh kepada Rapi Film, yaitu salah satu Production House yang sudah berdiri sejak lama.

Via MyBookShow

Tapi, dibalik kesuksesan film yang disutradai oleh Indra Gunawan dan dibintangi oleh Amanda Rawles dan Jefri Nichol ini ada kedua orang tua yang sempat tidak mendukung, lho! Menurut orang tua Erisca menulis hanyalah membuang-buang waktu untuk menyenangkan orang lain yang belum tentu menyenangkan kita setelah melihat Erisca selalu begadang setiap malam untuk menulis minimal 3000 kata setiap harinya. Namun, sisi positif yang bisa kita tarik disini adalah jika kita memiliki tekad, tentu saja semua omongan-omongan buruk itu bisa kita buktikan! Keren banget, ya?

Tuhan itu sangat sayang dengan kita. Karena dari sekian milyar manusia di dunia, Dia memilih kita jadi umat terpilihnya untuk dapat cobaannya yang limited ini. Karena Tuhan tahu kalau kita kuat dan mampu ngejalaninnya dibandingkan umat-umat yang lain.

Film yang dibungkus dengan sangat cantik dan pas dengan kehidupan remaja jaman sekarang ini kabarnya sudah mencapai 526.411 penonton! Tentunya film ini sangat inspiratif dan ringan, sehingga mudah dicerna dan juga pastinya akan membuat kalian terharu! Jadi, jangan lupa untuk persiapkan tissue kalian, atau pundak pacar mungkin? Hahaha! Dan satu hal yang pasti akan terjadi adalah para penonton akan menaruh ekspetasi yang tinggi dalam kehidupan SMA-nya, atau bahkan berekspetasi untuk memiliki pacar seperti Nathan? There will be a lot of side effect after watching this movie, certainly! Dan tentunya kalian harus banget nonton ini! Mau ajak pacar? Boleh! Gebetan? Apalagi! Cocok banget buat kode-kodein si doi, hihihi. (jow)