Prestasi Ridwan Kamil Walikota Bandung (papasemar.com)

Bandung dulu dan sekarang kini telah jauh berbeda. Sejak hadirnya sosok Ridwan Kamil sebagai walikota Bandung mulai dari tahun 2013 yang lalu, Bandung mengalami kemajuan pesat. Dengan latar belakang arsitek, lelaki kelahiran 4 Oktober 1971 ini memang telah mengubah Bandung menjadi lebih baik. Sebelum dikenal publik, Ridwan Kamil adalah seorang arsitek serta dosen pengajar di Institut Teknologi Bandung. Kecintaannya pada kota kelahirannya ini membuatnya ingin memajukan Bandung dengan menjadi walikota. Terbukti, setelah ia menjabat sebagai walikota Bandung, namanya terus melesat berkat kontribusi serta gebrakannya untuk Bandung. Ia membuat perubahan revolusioner yang menohok mata masyarakat, baik itu dalam pengembangan kualitas kota secara mental dan fisik. JadiBerita telah merangkum lima kontribusi dan gebrakan Ridwan Kamil untuk Bandung di bawah ini:

1.Membuat Taman Tematik

Taman Tematik (www.rumahku.com)

Kamu tentunya sudah tahu kalau udara di kota Bandung sudah tak lagi sesejuk dulu. Oleh karena itu, Ridwan Kamil membuat banyak sekali ruang terbuka hijau seperti taman tematik yang bisa membuat warga Bandung merasa lebih adem. Tercatat ada sekitar sembilan taman tematik yang dimiliki Bandung seperti Taman Pustaka Bunga atau Taman Cilaki yang lokasinya tak jauh dari Gedung Sate. Taman ini ditanami lebih dari seratus ribu macam bunga dan dibuka hingga malam dengan penerangan lampu yang membuatnya terlihat sangat cantik. Selain itu ada Taman Pasupati dan Taman Jomblo yang letaknya berada di Jalan Tamansari, Balubur. Kedua taman ini dilengkapi dengan fasilitas wi-fi, papan skateboard, serta layar lebar untuk nonton bareng.

2.Smart Bike Sharing

Smart Bike Sharing (infobandung.co.id)

Smart bike sharing baru saja resmi diresmikan Maret 2017 yang lalu. Smart bike sharing ini merupakan konsep penyewaan sepeda pertama di Indonesia. Smart bike sharing dibuka di 30 titik yang ada di pusat kota untuk memudahkan warga Bandung dan juga wisatawan agar dapat menyewa sepeda dengan mudah. Untuk ke depannya, pemerintah kota Bandung akan menambah lebih banyak titik lagi. Sebelumnya smart bike sharing ini dikelola oleh komunitas secara manual, tapi sekarang sudah ditangani pemerintah dengan sistem eletronik. Jadi kamu cukup menunjukkan kartu elektronik yang sudah kamu isi ulang sehingga kamu tak perlu lagi membawa uang tunai.

3.Braga Culinary Night

Braga Culinary Night (www.grya.co.id)

Bandung memang dijuluki sebagai kota wisata dan tak hanya terkenal akan wisata belanjanya, tapi juga wisata kulinernya. Ridwan Kamil kemudian membuat Braga Culinary Night yang memiliki konsep yang sama dengan Night Market yang ada di Singapura dan Thailand. Sesuai dengan namanya, Braga Culinary Night ini berupa festival aneka makanan yang diselenggarakan dua minggu sekali setiap hari sabtu malam pada pukul 18.00-02.00. Makanan yang disajikan sangat beragam, mulai dari makanan tradisional hingga makanan luar dengan harga kaki lima yang ramah di kantong. Braga Culinary Night ini mulai diselenggarakan sejak Januari 2014 dan masih berlangsung hingga sekarang.

4.Bandung Tour On Bus

Bandung Tour on Bus (grya.co.id)

Seolah tak mau kalau dengan Jakarta, Bandung juga punya bis tingkat pariwisata yang dikhususkan untuk wisata dengan nama Bandung Tour on Bus. Bus dua tingkat ini memiliki warna yang cukup mencolok karena memiliki warna merah sehingga mirip dengan bus tingkat yang ada di kota London, Inggris. Jadi kamu tak usah jauh-jauh ke London untuk merasakan bis tingkat ala London karena di Bandung juga ada. Bus berkapasitas 30 tempat duduk ini dilengkapi dengan wifi dan memiliki rute perjalanan yang melintasi pusat-pusat wisata belanja kota Bandung. Ridwan Kamil berharap dengan adanya Bandung Tour on Bus ini, wisatawan yang datang ke Bandung akan terus bertambah.

5.Fun Days Bandung

Fun Days Bandung (infobandung.co.id)

Ridwan Kamil selalu menginginkan warganya selalu hidup bahagia. Oleh karena itu, dia membuat sebuah program fun days agar warganya hidup bahagia dan positif. Program fun days ini terdiri dari enam hari, yakni Senin bis gratis untuk para pelajar berseragam, Selasa tanpa rokok, Rebo Nyunda yang menyarankan warganya untuk menggunakan pakaian adat dan bahasa Sunda pada hari Rabu, Kamis Inggris yang ditujukan agar warga Bandung terbiasa menggunakan bahasa Inggris, Jumat bersepeda, dan Sabtu festival di mana pada hari Sabtu diadakan festival kuliner secara rutin seperti Braga Culinary Night. (jow)