Pilkada merupakan ajang penting bagi masyarakat daerah untuk memilih langsung pemimpinnya. Pemimpin yang terpilih bertujuan untuk menjalankan fungsi pemerintahan daerah yang utamanya adalah menciptakan kesejahteraan sosial bagi masyarakat daerah. Sehingga idealnya landasan memilih kembali kepala daerah akan didasarkan pada keberhasilan kepala daerah tersebut dalam mensejahterakan masyarakatnya. Sementara bagi calon kepala daerah baru maka yang diperhatikan adalah tawaran program dan strategi-strategi baru untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Sebagai ajang penting untuk memilih kepala daerah yang potensial dalam mensejahterakan masyarakat tentu saja dibutuhkan cara dan sistem pemilihan. Cara pemilihan kepala daerah ini akan sangat menentukan anggaran yang dikeluarkan serta waktu yang dibutuhkan untuk pemilihan. Kali ini kita akan mencoba melihat perbedaan dan keunikan cara pemilihan kepala daerah di berbagai negara. Berikut adalah perbedaan cara pilkada di beberapa negara :

1.Pilkada di Inggris

Pilkada di Inggris

Pemilihan kepala daerah di Inggris menggunakan sistem distrik dengan memilih calon-calon dari partai politik. Dan pemenangnya adalah calon-calon partai politik yang mendapatkan suara di atas 50 persen. Hampir mirip dengan pilgub Jakarta ya, karena tak ada seorangpun calon yang berhasil menguasai suara di atas 50 persen maka diadakan putaran kedua. Bedanya, di Inggris sistem kepartaian yang digunakan adalah dwipartai sehingga calon yang maju dalam pilkada hanya ada dua calon. Secara otomatis pilkada di Inggris tidak mengenal istilah dua putaran seperti yang terjadi di ibu kota DKI Jakarta. Dengan sistem dwipartai seperti ini biasanya yang menang akan menjadi kepala daerah dan yang kalah akan menjadi oposisi yang akan menyeimbangkan berjalannya pemerintahan.

2.Pilkada di Filipina

Philippine Elections

Di Filipina, Gubernur dipilih secara langsung oleh masyarakat. Sistemnya hampir mirip dengan di Indonesia. Perbedaannya di Filipina provinsi dibagi menjadi kota-kota yang diberikan kewenangan yang terbatas. Sementara di Indonesia Walikota memiliki kewenangan yang sangat luas. Pimpinan kota di Filipina dikenal dengan sebutan Mayor yang setara dengan walikota. Salah satu kewenangan Mayor adalah merekrut pegawai. Para Mayor ini berada di bawah pengawasan Gubernur.

3.Pilkada di Pakistan

Pakistan Elections

Di Pakistan sistem pemilihan kepala daerahnya sangat berbeda jauh dengan negara-negara yang bersistem Demokratis. Di negara ini sepertiga dari kepala daerah merupakan orang-orang yang ditempatkan dari pemerintah pusat. Sementara duapertiganya dipilih secara langsung.

4.Pilkada di Malaysia

Malaysia Elections

Malaysia juga memiliki cara pemilihan kepala daerah yang unik. Setiap negara bagian di Malaysia diperintah oleh raja-raja yang tahtanya diisi secara turun-temurun berdasarkan keturunan sang raja. Nah, negara-negara bagian ini masih dibagi lagi ke dalam unit administrasi yang dikenal dengan sebutan distrik. Tiap distrik akan dipimpin oleh kepala distrik yang diangkat oleh pemerintah pusat. Tugas kepala distrik utamanya untuk mengawasi kinerja kepala-kepala desa dalam menjalankan urusan pemerintahan desa.

5.Pilkada di Jepang

Japan Elections

Pemilihan kepala daerah di Jepang bisa dikatakan cukup unik karena yang dipilih secara langsung adalah wakil rakyat daerahnya saja. Pimpinan wakil rakyat daerah ini nantinya akan menjadi Gubernur yang memimpin daerah sekaligus menjadi wakil pusat untuk menjalankan pemerintahan. Selain gubernur, ada mayor of cities yang memimpin kota layaknya walikota. Mayor of cities ini dipilih secara langsung oleh rakyat sama seperti yang kita lakukan di berbagai daerah di Indonesia.

 

Setelah membaca pilkada di beberapa negara ini menurut anda cara pemilihan kepala daerah yang mana yang paling baik? Selamat merenungkan.