Kemampuan menulis dengan dua tangan memang tidak dimiliki semua orang. Di Indonesia sendiri hampir jarang ditemui orang yang bisa menulis dengan dua tangan sama baiknya. Bukan tanpa sebab, kemampuan menulis dengan kedua tangan atau yang disebut juga ambidextrous ini memang hanya ada satu persen di dunia.

Namun, bagaimana jadinya jika di satu sekolah semua siswanya dapat menulis dengan dua tangan? Uniknya, sekolah itu memang benar-benar ada. Tepatnya di sebuah desa di Madhya Pradesh, India, di mana rata-rata populasi masyarakatnya mampu menulis menggunakan kedua tangan pada suatu waktu.

Dilansir dari Tempo, semuanya dimulai di sebuah sekolah yang menerapkan cara menulis menggunakan kedua belah tangan. Seluruh siswa di sekolah yang bernama Veena Vandini School di India yang berjumlah 300 orang mampu menulis dengan kedua tangannya atau yang dikenal dengan ambidextrous.

Veena Vandini School berdiri pada tahun 1999 dan terletak di daerah terpencil di distrik Singrauli, Madhya Pradesh. Sang pendiri sekolah, Sharma mewajibkan para siswanya untuk dapat menulis menggunakan kedua tangan mereka sebagai dedikasi kepada presiden pertama India, Dr Rajendra Prasad, yang juga merupakan seorang ambidextrous.

Setiap pelajaran yang berdurasi 45 menit, 15 menitnya disisihkan untuk pelajaran menulis dengan kedua tangan. Mereka akan mulai berlatih sejak duduk di kelas standar I. Dan saat sudah naik kelas ke standar III, mereka akan merasa nyaman menulis dengan kedua tangannya.

Setelah diterapkan, hal ini disebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kemampuan untuk mempertahankan pengetahuan. Dedikasi Sharma dalam mengajarkan siswanya menggunakan kedua tangan membuat dunia kagum. Beberapa waktu yang lalu, peneliti dari Korea Selatan mengunjungi Veena Vandini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kemampuan Ambidextrous.

Penasaran bagaimana mereka belajar? Yuk lihat dalam tayangan video berikut ini.