Ratusan pelajar SMA yang sedang merayakan kelulusan dengan konvoi dan baju dicorat-coret dibubarkan oleh seorang wanita di Lapangan Gulun, Kota Madiun, hrari Rabu lalu. Aksi emak-emak ini pun mendapat respons postif dari netizen yang menganggap aksi pesta kelulusan siswa itu mengganggu ketertiban umum.

Informasi mengenai pembubaran konvoi tersebut diunggah akun Facebook bernama Andy Matahati di grup Paguyuban Madiun (Paguma) pada Rabu pukul 13.59 WIB. Di foto yang diunggah itu, terlihat seorang wanita membawa ember berisi air dan mengguyurkan air itu ke arah rombongan konvoi kelulusan. Para peserta konvoi itu mengenakan seragam putih abu-abu yang sudah dicorat-coret menggunakan cat semprot. Mereka berkonvoi menggunakan sepeda motor.

Selain foto, beredar pula video dari emak-emak (sebutan untuk ibu-ibu dalam bahasa Jawa) tersebut membubarkan konvoi kelulusan SMA dengan cara menyiramkan air bekas cuci piring. Emak-emak mengusir kerumunan konvoi itu layaknya memarahi anaknya sendiri. Dari video yang beredar, tak ada perlawanan dari ratusan peserta konvoi tersebut. Mereka cenderung membubarkan diri dengan tertib.

Emak-emak bubarkan konvoi kelulusan SMA (Facebook)

Kendati demikian, emak-emak tersebut masih terus mengomel dan menyiramkan air hingga tetes terakhir. Beberapa peserta konvoi terlihat menyingkir dan menjauh dari emak-emak yang marah tersebut.

Banyak netizen yang kemudian malah membela aksi si emak-emak yang dilakukan di Lapangan Gulun tersebut.

Haduuuu… Sayang nggak ada di sana, mau bantuin emak2 nyiramin itu bocah,” tulis salah satu netizen.

Pendekar emak-emak ra nek sing ngalahne ki (Pendekar emak-emak nggak ada yang mengalahkan ini),” imbuh lainnya.

Pesta kelulusan beberapa tahun ini memang kerap dirayakan dengan berlebihan. Para siswa memilih menggelar ajang konvoi yang berbuntut meresahkan masyarakat. Selain membuat macet, kadang mereka tak mengenakan helm dan menggunakan knalpot yang bikin bising. Tak sedikit, netizen yang menyarankan, agar emak-emak dilibatkan dalam penanganan kenakalan anak-anak SMA.

Berikut ini videonya.

(tom)