Memiliki karier di industri film Hollywood adalah impian banyak artis. Sederet aktor Indonesia yang mampu menembus ketatnya persaingan di Hollywood adalah Joe Taslim dan Iko Uwais. Selain mereka berdua, ada juga aktris cantik Cinta Laura yang juga sukses bermain film Hollywood.

Kini, kesuksesan para artis Indonesia di Hollywood bakal diteruskan oleh aktris bernama Savira Windyani Putri. Diketahui Savira adalah artis, stuntwoman, penari, dan penyanyi kelahiran Indonesia yang kini tinggal di Los Angeles. Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan yang lekat dengan pertunjukkan teater di Malaysia.

Savira kini mendapat peran utama dalam sebuah film yang dibikin oleh Blumhouse Production, yang telah membuat film horor “Get Out” (2017). Filmnya akan didistribusi oleh Universal Studios.

Savira yang kini berusia 19 tahun ini mengaku menembus Hollywood tanpa koneksi. Ia mengandalkan kerja keras dan tekad kuat. “Banyak orang menanyakan bagaimana cara mencapainya?… Jawabannya terdengar sederhana tapi cukup berat sebenarnya, yaitu harus fokus, bekerja keras dan dengan tekat yang kuat…,” ujar Savira seperti dikutip dari Kompascom, Senin (15/5/2017).

Savira hidup dalam keluarga pekerja keras. Ayahnya merupakan pengusaha bidang konsultasi teknis untuk industri perminyakan yang kerap melakukan perjalanan dinas ke berbagai negara.

View this post on Instagram

🏮 恭禧发财 🏮 #cny #yearoftherooster

A post shared by Savira Windyani (@savirawindyani) on

Savira tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia, selama 14 tahun, sebelum pindah ke Los Angeles, California, pada 2014. Sejak dulu, ia menyukai akting.

Minatnya didukung penuh oleh orangtuanya, yang mendorongnya untuk mengambil setiap kesempatan di depan mata.

Audisi pertama diikutinya ketika ia berusia sembilan tahun, untuk pementasan Broadway Asia “The King and I”. Mula-mula ia pesimistis, tetapi kemudian ternyata ia berhasil lulus audisi tersebut. Sejak itu, Savira terus berlatih dan mengasah kemampuan aktingnya.

Merasa harus menaklukkan dunia yang lebih besar, ia memutuskan menimba ilmu di American Academy of Dramatic Arts (AADA) di Los Angeles, yang merupakan salah satu sekolah akting pertama di AS. Di sana ia belajar akting panggung hingga layar lebar, menari, bermusik, dan menghapal dialog berbahasa Inggris dengan dialek Amerika. Pada umumnya pelatihan itu baru selesai dalam 4 tahun, tetapi Savira berhasil menyelesaikannya dalam 2 tahun saja.

Yang pasti, memang bukan hal mudah untuk jadi artis peran di Hollywood, apalagi untuk seseorang yang berasal dari luar AS, yang harus mengurus dokumen legalitas yang rumit dengan biaya besar.

Sebagai pelajar internasional, Savira harus menunjukkan bukti tawaran pekerjaan di AS demi mendapat visa kerja sementara.

Beberapa minggu terakhir sebelum lulus dari AADA, ia pusing tujuh keliling karena belum mendapat tawaran audisi, apalagi tidak ada koneksi yang bisa membantunya di Hollywood.

Keberuntungan datang pada detik-detik terakhir lewat agen yang bersedia mewakilinya untuk mendapatkan pekerjaan lewat audisi. Agen tersebut rupanya mengaku terkesan akan akting Savira dalam pertunjukan akhir tahun ajaran AADA.

Bergabung dengan agen adalah salah satu cara untuk mendapatkan kesempatan audisi, langkah awal menembus industri Hollywood.

“Terkadang saya heran, setelah begitu berat perjalanan saya mencapai semua ini, ternyata ini hanya baru permulaan sebuah perjalanan profesi. Kedepan masih banyak yang akan terjadi…,” ujarnya.

Berkaca dari pengalamannya, Savira membeberkan pedoman yang dilakoninya sehingga bisa bertahan di tengah persaingat ketat Hollywood. Pertama, jangan pernah berkata tidak, apalagi ketika sedang memulai profesi baru.

Kemudian, jangan terjebak di zona nyaman. Bila kita merasa nyaman, majulah beberapa langkah hingga rasa takut muncul. Ketika merasa takut, ketika itu kita akan melompat.

Ketiga, jangan pernah berhenti belajar. Selalu tampilkan yang terbaik pada situasi apa pun, karena kita tidak pernah tahu siapa yang akan melihat dan tertarik akan kemampuan kita.

Terakhir, bila kita ingin menjual sebuah produk, percaya dulu 100 persen terhadap produk tersebut.

Sukses terus untuk Savira. (tom)