Beribadah bisa dilakukan di mana saja. Di bawah tanah sekalipun. Menariknya, ada sebuah masjid dan gereja dibangun di bawah tanah. Kedua tempat ibadah ini lokasinya berada di kedalaman 1.600 meter dari permukaan tanah di Papua.

Kedua rumah ibadah di bawah tanah itu merupakan fasilitas ibadah bagi karyawan PT Freeport Indonesia yang bekerja di underground, Gresberg, Tembagapura, Timika, seperti dilansir dari Detik. Masjid bawah tanah pertama itu bernama Baitul Munawar yang artinya pintu tempat cahaya dan memiliki daya tampung 200 orang, sebagai fasilitas ibadah bagi pekerja tambang PT Freeport Indonesia yang bekerja selama 24 jam.

Instagram

Masih di lokasi yang sama, PT. Freeport Indonesia juga membangun sebuah gereja bernama Oikumene Soteria yang berarti keselamatan. Gereja ini letaknya berdampingan dengan masjid Baitul Munawar, memiliki daya tampung 200 orang dan terletak di kedalaman 1.600 meter di bawah permukaan bumi. Kedua bangunan tersebut diresmikan langsung oleh Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen G Siahaan 11 Juni 2015 silam di PT. Freeport Indonesia.

Pembangunan masjid dan gereja itu memang hal luar biasa bagi pekerja bawah tanah Freeport Indonesia. Meskipun berada di perut bumi, mereka tetap bisa beribadah di bawah tanah tempat mereka bekerja. Pembangunan tempat ibadah ini menunjukkan adanya potret kerukunan antar umat beragama di Tanah Papua.

Agama Islam mengajarkan sikap saling menghargai antara agama yang satu dengan agama lainnya, sedangkan agama Kristen menekankan cinta kasih dan perdamaian. Tempat beribadah kedua agama ini, menunjukkan adanya perdamaian bagi semua orang dan saling menghormati serta hidup secara damai, bukan?

Tujuan utama pembangunan gereja dan masjid yang bersebelahan ini merupakan refleksi yang mencerminkan kebersamaan karyawan dalam mencari kehidupan. Karyawan PT. Freeport Indonesia harus melakukan aktivitas sosial dan menjaga kerukunan antar umat beragama di tambang bawah tanah. Para karyawan bekerja selama 24 jam tiada henti, namun dibalik kesibukannya, para pekerja tetap menjalankan kewajiban agama. Luar biasa!

Berkat keunikan dan tujuan pembangunan kedua tempat ibadah yang mulia ini, Freeport Indonesia menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) awal tahun ini. Tak tanggung-tanggung, tiga rekor MURI diraih sekaligus.

Rekor-rekor tersebut adalah ‘Rekor Dunia Masjid dan Gereja di Lokasi Terdalamâ?? pada kedalaman 1.700 meter di bawah permukaan tanah dan ‘Rekor Dunia Masjid di Elevasi Tertinggi’ di ketinggian 3.730 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Terakhir, Freeport yang kini dipimpin alumni AAU 1971 ini juga memboyong “Rekor Nasional sebagai Perusahaan Tambang dengan Program pengembangan dan Pelatihan Terlengkap bagi Masyarakat Lokal.” Apalagi mengingat lebih dari 95 persen dari 32.000 karyawan PT Freeport merupakan putera-puteri bangsa yang berasal dari berbagai daerah di seluruh penjuru nusantara.