“Jika pada akhirnya kamu tidak dipersatukan dengan orang yang namanya sering kamu sebut dalam doamu, maka kamu akan dipersatukan dengan orang yang diam-diam jauh lebih sering menyebutmu dalam doanya.”

Cara tuhan dalam memberikan jodoh kepada umatnya memang sulit sekali dimengerti cara kerjanya. Ada pasangan yang sudah berpacaran bertahun-tahun dan merasa cocok satu sama lain, namun akhirnya ditikung temen sendiri. Ada juga yang baru kenalan seminggu, eh bulan depan udah lamaran. Namanya juga jodoh ya! …

Buat kamu cowok-cowok yang perlu pencerahan masalah jodoh. Kalian berada di tempat yang tepat. Karena kali ini jadiBerita akan memberikan kalian cara ilmiah untuk mendapatkan jodoh yang bisa langsung jadi pedoman kamu dalam memilih pasangan.

Jadi gini, bapak matematika Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi punya rumus mudah buat kamu dalam memilih pasangan hidup. Suatu hari ada pemuda yang datang kepada bapak penemu angka 0 ini. Hari itu pemuda tersebut tidak menanyakan persoalan matematika, tapi tentang masalah hidupnya. “Bagaimana cara memilih calon istri yang baik?”, tanya pemuda itu. Lalu Al-Khawarizmi tersenyum, kemudian ia menjawabnya dengan keilmuannya mengolah angka.

“Wahai pemuda, gunakanlah angka 1 dan 0 sebagai pedoman dalam memilih istri yang baik untukmu. Angka 1 mewakili pemahaman agama dari wanita pilihanmu. Sedangkan angka 0 untuk menilai lainnya”. Begitu Al-Khawarizmi memberikan jawaban kepada pemuda yang masih terlihat bingung itu.

Al-Khawarizmi melanjutkan jawabannya agar si pemuda lebih paham.

“Angka 0 bisa mewakili kecantikan, keturunan, dan kekayaan. Artinya jika wanita pilihanmu baik dalam agamanya maka nilainya adalah 1. Jika dia cantik cukup tambahkan angka 0 dibelakangnya sehingga jadi nilainya adalah 10. Jika dia berasal dari keturunan terhormat maka tambahkan lagi angka 0 dibelakangnya sehingga kini nilainya menjadi 100. Apabila dia juga tergolong kaya raya, tambahkan lagi angka 0. Kini nilai wanita pilihanmu itu menjadi 1000. Nilai 1000 adalah nilai yang cukup sempurna dengan kriteria, cantik rupanya, agamanya baik, keturunan keluarga terhormat serta memiliki kekayaan yang cukup. Namun sebaliknya, jika wanita itu cantik, kaya, dan dari keturunan terhormat, tetapi tidak baik dalam agamanya, maka berapapun banyak nilai himpunannya maka hasilnya selalu 0”. Demikian penjelasan ilmiah pria asal Persia itu kepada pemuda yang bertanya kepadanya.

Dari jawaban diatas, Al-Khawarizmi mengajarkan kepada pemuda itu satu hal. Agama menjadi penentu dalam pilihan seorang pria untuk wanita yang ingin dinikahinya. Sebab, jika kamu memilih wanita hanya karena kecantikannya saja maka kecantikan wanita sejatinya tidak abadi. Dia akan tua, keriput, serta rambut yang berubah menjadi putih. Begitu juga jika kamu memilih wanita hanya karena kekayaannya saja. Harta yang melimpah bisa saja habis kapanpun. Kemudian jika kamu memilih wanita hanya karena keturunannya saja, ada banyak sekali contoh di sekitar kita dimana ada keluarga baik-baik yang justru anaknya terjerumus menjadi pengguna narkoba.

Buat kamu yang belum mengenal Al Khawarizmi, ia adalah ilmuan yang lahir di daerah Khawarizm, Uzbekistan pada sekitar tahun 780. Lelaki ini disebut sebagai Bapak Aljabar yang hingga kini dikenal luas. Buku karyanya yang paling terkenal membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Bidang yang digeluti Khawarizmi pun bukan hanya matematika, tetapi juga ahli astronomi dan astrologi.

Al-Khawarizi

Gimana jawaban Al-Khawarizmi menurut kamu? setuju? atau nggak setuju? yuk berdiskusi di kolom komentar dibawah ini. Jika kamu rasa berita ini cukup bermanfaat untuk kamu, kabarkan juga berita kebaikan ini kepada teman-temanmu dan jadilah bagian dari penyebar konten positif mulai sekarang. (Jow)