Bahaya merokok memang sangat besar. Tak hanya menganggu pernapasan, merokok juga dapat menyebabkan kematian. Diperkirakan kebiasaan merokok setiap tahunnya menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta jiwa. Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun akhirnya mencetuskan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini pada tahun 1987 tepat tanggal 31 Mei.

Berhenti merokok memang bukan hal yang mudah. Namun, tahukah kamu jika bulan Ramadan ini bisa kamu jadikan momen untuk berhenti merokok. Bagaimana caranya, ya? Dilansir dari Kompas.com dr.Agus Dwi Susanto, Sp.P, mengatakan kesulitan terbesar orang yang ingin berhenti merokok adalah inisiasi atau waktu awal untuk berhenti.

Pasalnya, menurut riset dan juga penelitian di RS Persahabatan Jakarta, keberhasilan untuk berhenti merokok dipengaruhi oleh motivasi. Nah, momen Ramadan bisa menjadi momen yang pas sekaligus pintu masuk yang bagus untuk berhenti merokok, nih, JBers.

Proses berhenti merokok memang tidak bisa tiba-tiba, walau ada beberapa kasus yang bisa berhenti mendadak.

“Saat orang merokok, mediator di dalam tubuhnya terinduksi sehingga ia merasa nyaman. Misalnya karena pelepasan hormon dopamin atau serotonin. Saat berhenti merokok, kenyamanan itu terhenti sehingga timbul gejala-gejala putus nikotin. Ini yang berat. Kalau fase ini bisa dilewati, maka selanjutnya lebih mudah,” papar dokter spesialis paru dari RS Persahabatan Jakarta ini.

Saat berpuasa selama 12-14 jam, sebenarnya kadar nikotin dalam tubuh menurun. Nikotin dalam tubuh bertahan selama 8 jam. Kadar nikotin dalam tubuh perokok berada pada titik tertinggi di jam 10 malam dan paling rendah pada pagi hari setelah bangun tidur.

“Makanya perokok biasanya bangun tidur langsung merokok karena nikotin di tubuhnya turun, sehingga ada gejala putus nikotin. Selama bulan puasa, saat sahur biasanya orang juga merokok sehingga nikotinnya tidak terlalu rendah di pagi sampai siang,” paparnya.

Fase withdrawal atau putus nikotin bisa menyebabkan beberapa gejala seperti mual dan sangat ingin merokok. Namun, bulan puasa sebenarnya bisa menjadi faktor pendukung untuk lebih bersemangat melewati fase putus nikotin ini.

“Bulan puasa bisa menjadi modal awal yang kuat, timing-nya juga tepat,” katanya.

Bila ingin sukses berhenti merokok, menurut dr.Agus sebaiknya saat berbuka dan sahur jangan merokok. Niat yang baik ini bisa akan lebih mudah dilanjutkan setelah bulan puasa usai. Kamu siap memulai hidup sehat, JBers?