Di Indonesia, rencana proyek reklamasi baik, Jakarta maupun Bali, memang menempuh jalan berliku. Mulai dari aspek lingkungan, penduduk, hingga masalah perizinan. Apalagi jika dalam proyek tersebut terungkap adanya skandal korupsi dalam proyek itu.

Jika di Indonesia masalah reklamasi masih menjadi hal yang menimbulkan pro dan kontra, tidak demikian dengan beberapa negara maju berikut ini. 5 negara berdasarkan data yang dihimpun berbagai sumber ini, ternyata sukses menerapkan reklamasi. Bahkan, negara mereka semakin indah berkat reklamasi. Negara mana saja?

1. Singapura.

Bloomberg

Singapura memang bukan negara yang besar seperti Indonesia. Namun, negara kecil ini telah memperluas wilayahnya hingga 710 km persegi dengan reklamasi. Awalnya negara ini menggabungkan Pulau Blakang Mati (Pulau Sentosa) yang memiliki luas 500 hektar dengan pulau-pulau kecil sekitarnya. Kini, pulau ini menjadi pusat wisata terkenal di mana terdapat Madame Tussauds, Underwater World, Dolphin Lagoon, Animal & Bird Encounters, Sentosa Adventure Park, dan Universal Studio Singapura.

Perluasan wilayah ini dilakukan sesuai dengan Concept Plan pada 2001. Tujuannya, antara lain untuk menambah kawasan perumahan, industri dan rekreasi. Bahkan, Singapura telah memiliki rencana perluasan wilayah melalui Concept Plan ini hingga 50 tahun mendatang.

2. Dubai.

Kamu tentu kenal dengan Palm Jumeirah yang berada Dubai, Uni Emirat Arab. Pulau berbentuk palem di Dubai itu dibentuk dengan reklamasi pantai yang memiliki luas 572.1 hektar. Pulau ini diciptakan oleh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dengan tujuan meningkatkan kepariwisataan di negara itu.

Dubai memang menjadi negara yang berani melakukan reklamsi. Mereka sadar jika tambang minyaknya lambat laun akan mengering. Sehingga mereka pun fokus pada bisnis pariwisata dan pusat hiburan kelas atas dengan fasilitas yang eksklusif. Pulau yang terletak lepas pantai Uni Emirat Arab di Teluk Persia itu menambah sekitar 250 km persegi pantai kota Dubai. Setelah Pam Jumeirah, proyek reklamasi Dubai yang masih dalam penggarapan adalah Palm Jebel Ali, Palm Deira, dan The World.

3. Cina.

lauchina.com

Negeri Tirai Bambu ini mereklamasi di Cao Fe Dian, sebuah kawasan di pantai timur Beijing. Pembuatan daratan di China ini memang diprioritaskan di pantai timur Tian Jin sebagai pengganti lokasi Kawasan Industri di Beijing. Lebih dari 20 juta ton pasir menjadi lahan baru pelabuhan ini. Ukurannya sangat luas yakni 2000 hektar.

Pelabuhan di Cao Fei Dian telah beroperasi. Hingga tahun 2014, hanya terdapat ribuan warga yang telah menempati pemukiman eco-city di Cao Fei Dian ini, masih jauh dari target 300.000 pemukim di tahun 2010 yang ditetapkan di awal pembangunan.

4. Jepang.

kaskus.com

Jepang juga satu dari sekian negara yang sukses melakukan reklamasi di Kansai di Kyoto, Jepang. Reklamasi seluas kurang lebih 500 hektar ini, merupakan reklamasi daratan, yang dibuat lepas dari pesisir pantai. Kawasan reklamasi ini dimanfaatkan sebagai perluasan pelabuhan laut dan perluasan Bandara Internasional Kansai.

Konstruksi pulau dimulai tahun 1987, butuh waktu yang cukup lama untuk membentuk pulau yang anti gempa di Jepang. Konstruksi bandara dimulai tahun 1991 dan tahun 1994 bandara pun resmi dibuka. Kini, Bandara Kansai telah menjadi alternatif terhadap Bandara Narita bagi wisatawan internasional dari arah Greater Tokyo Area.

5. Korea Selatan.

Youtube

Korea Selatan merupakan negara yang gemar mereklamasi pantainya. Namun, proyek reklamasinya yang paling terkenal adalah Song Do International Business District, yang terletak di pantai barat semenanjung Korea, di tepi sebelah timur laut Kuning. Lokasi reklamasi di Song Do ini memiliki luas keseluruhan 38.000 hektare, yang dibagi menjadi 3 (tiga) zona, yakni resort, Bandara Internasional Incheon, dan kawasan industri.

Keberhasilan proyek ini terlihat dari Bandara Internasional Incheon, yang menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Sang Do juga kerap menjadi tuan rumah bagi beberapa acara berskala internasional seperti Asian Games 2014 dan The World Education Forum 2015.