Belakangan ini Gerbang Tol Salatiga tengah ramai diperbincangkan. Hal ini bermula saat sebuah foto menunjukan Tol Bawen-Salatiga begitu indah dengan latar belakang Gunung Merbabu. Potret gerbang Tol Salatiga yang eksotis ini bahkan sampai dibandingkan dengan tol yang ada di Swiss. Tak berhenti di situ, saat pengendara mencapai ujung tol tepatnya di simpang tiga Tingkir atau mulai disebut Tingxit (Tingkir Exit), maka pengendara akan lembali disuguhi view Gunung Telomoyo.

Tol Salatiga bakal menjadi salah satu jalur mudik tahun ini. Tak heran, berkat pemandangannya yang memesona, serta Gunung Merbabu yang gagah berdiri menjadi latar belakangnya, banyak netizen yang takjub dengan pemandangan yang disuguhkan oleh gerbang Tol Salatiga di seksi III Bawen-Salatiga, Tol Semarang-Solo ini.

Gerbang tol Salatiga dianggap sebagai salah satu gerbang tol paling cantik di Indonesia karena pemandangannya. Siapapun yang melewati jalur ini pasti tak tahan jika tak berhenti sejenak menepikan kendaraannya untuk mengabadikan gambar pemandangan atau mungkin berselfie dengan latar Gunung Merbabu yang indah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun Twitternya, @ganjarpranowo juga ikut mempromosikan keindahan yang tersaji di gerbang Tol Salatiga. â??Monggoâ?¦ Nikmati keindahan.. jangan lupa bahagia,â? tulis Twitter @ganjarpranowo. Rencananya baru akan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia pada saat musim Lebaran tahun ini atau tepatnya pada H-7 Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Pasalnya, Pemkab Salatiga akan menjadikan gerbang tol ini menjadi landmark wisata di Salatiga. Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk mendrongkrak wisata di kota ini. Pesonanya membuat seorang fotografer asal Salatiga, Alvea Andika tak kuat ingin mengabadikan gambar udara dari tol yang disiapkan jelang Lebaran ini dengan drone.

Namun siapa sangka, jika keindahannya bermula dari ketidaksengajaan. Seperti diberitakan Kompas, Manajer Proyek PT Trans Marga Jateng (TMJ), Indroyono mengakui bahwa hal itu merupakan kebetulan belaka. Ia menyebutkan, keindahan pemandangan di GT Salatiga ini adalah ketidaksengajaan desain. Sebab, saat menempatkan GT di Tingkir ini, pihaknya hanya fokus bagaimana GT ini memudahkan akses keluar masuk kendaraan. Wah, kebetulan yang mengagumkan, ya!

Nantinya, di lokasi yang strategis, Pemkot Salatiga hendak membangun tempat singgah yang dilengkapi gardu pandang, sehingga view GT Salatiga bisa dinikmati oleh masyarakat luas, tidak hanya oleh pengguna jalan tol saja. Dengan membangun tempat singgah, maka masyarakat non-pengendara tol bisa melihat secara langsung gerbang tol di Salatiga. Selain itu, dengan banyaknya pengunjung ke tempat singgah tersebut akan menggerakkan ekonomi rakyat.

Kabar baiknya lagi, pemudik yang akan melintasi ruas Tol Bawen-Salatiga tidak dikenakan biaya alias gratis. Pasalnya, ruas jalan sepanjang 17,6 kilometer ini masih berstatus fungsional atau digunakan sementara selama mudik dan balik Lebaran 2017. Nanti kalau sudah beroperasi yang targetnya pada Juli 2017, baru dikenakan tarif. Tarifnya miriplah dengan ruas tol lainnya dalam jaringan Tol Semarang-Solo.

Kalau jalannya kayak begini sih kayaknya bakal nggak ngantuk, ya, JBers? Sayang kalau ngelewatin pemandangan fantasis ini. Selamat menikmati panorama indah ini untuk para pemudik!