Upacara Ngaben di Bali (melalitobali.files.wordpress.com)

Bali menjadi tempat wisata yang paling banyak didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara di Indonesia. Daya tarik utama Bali tak hanya terletak pada pantai dan lautnya saja yang indah, tapi juga kebudayaannya yang masih kental unsur tradisionalnya. Tak heran jika kamu bisa melihat aneka upacara adat digelar setiap harinya di Bali. Banyak orang Indonesia di luar pulau Bali dan juga orang asing yang sengaja datang ke Bali hanya untuk belajar dan menikmati suasana kebudayaan Bali serta upacara adatnya. Buat kamu yang ingin tahu ada upacara adat apa saja di Bali, JadiBerita akan memberikan lima listnya buat kamu dibawah ini!

1. Upacara Ngaben

Upacara Ngaben di Bali (panduanwisara.id)

Berbicara tentang upacara adat Bali pasti tak akan lepas dari yang namanya upacara Ngaben. Upacara Ngaben adalah upacara pemakaman orang yang sudah meninggal atau bisa dibilang upacara kremasi. Upacara ini diadakan sebagai wujud pembebasan jiwa manusia untuk kembali kepada Sang Pencipta karena menurut masyarakat Bali, orang yang meninggal haruslah disucikan dengan cara dibakar. Upacara Ngaben di Bali tergolong sangat unik karena harus menyertakan replika bangunan meru dan lembu yang diarak bersama mayat sebelum dibakar.

2. Upacara Melasti

Upacara Adat Melasti di Bali (www.wisatabaliku.com)

Upacara di Bali, Melasti merupakan upacara penyucian manusia dan kehidupannya yang dilakukan tiga hari sebelum Hari Raya Nyepi. Pada upacara ini, benda-benda sakral dan produk alam dihanyutkan ke laut dan tubuh manusia dibasuh atau diperciki dengan air laut oleh pemangku adat Bali. Masyarakat Bali percaya dengan melakukan tradisi ini, maka kotoran serta hal-hal jahat yang melekat pada diri mereka akan hilang dan dibuang kelautan sehingga diri dan jiwa mereka jadi bersih kembali.

3. Upacara Mepandes

Upacara Mepandes (bliwayantoursguidedibali.blogspot.co.id)

Upacara Mepandes merupakan upacara adat Bali yang dilakukan untuk pembersihan diri manusia di mana enam gigi taring pada rahang manusia yang sudah mulai dewasa diratakan dengan cara dikikir hingga rata. Masyarakat Bali percaya kalau dengan mengikir keenam gigi tersebut, maka sifat buruk manusia akan berkurang dan mereka bisa luput dari godaan kejahataan. Upacara ini juga dikenal dengan nama upacara mepandes dan metatah atau potong gigi. Saat melakukan upacara ini, peserta harus mengenakan baju adat Bali secara lengkap.

4. Upacara Mesuryak

Upacara Mesuryak (sindonews.net)

Upacara di Bali, Mesuryak adalah tradisi upacara adat yang dilakukan setelah hari Galungan, tepatnya digelar pada hari Kuningan atau 10 hari setelah hari Galungan. Upacara adat ini memang tergolong unik karena masyarakat Bali akan melemparkan uang ke atas langit sebagai bentuk persembahan kepada leluhur mereka yang dipercaya akan turun ke bumi setiap hari Galungan untuk memberkati anak cucu mereka dan kembali ke langit nirwana pada hari Kuningan.

5. Upacara di bali Mekare-kare

Upacara Mekare-kare di Bali (instagram.com)

Upacara Mekare-kare atau yang lebih dikenal dengan nama upacara perang pandan adalah tradisi upacara di Bali yang terbilang cukup ekstrim karena mengharuskan dua orang saling menghantamkan daun pandan berduri. Tujuan dari upacara ini adalah untuk mempersembahkan dan menunjukkan kepada Dewa Indra yang merupakan dewa perang bagi masyarakat Bali kuno. Anehnya, dalam upacara ini, para pelaku upacara tidak akan merasakan kesakitan. Setelah upacara selesai, maka kulit yang lecet dan berdarah karena terkena duri pandan akan diobati dan disucikan oleh para pemangku adat dan pemimpin upacara.

Melestarikan kebudayaan memang sangatlah perlu karena kebudayaan menjadi ciri khas suatu bangsa. Semoga JBers juga bisa turut andil dalam pelestarian kebudayaan yang dimiliki Indonesia. (jow)