Gus Dur (www.nu.or.id)

K.H Abdurrahman Wahid atau yang lebih kita kenal dengan nama Gus Dur adalah presiden Indonesia keempat yang terkenal memiliki segudang keunikan dengan gayanya yang nyentrik dan perkataannya yang ceplas-ceplos serta tak suka berbasa-basi. Tak hanya itu saja, Gus Dur juga dikenal sangat menghormati dan menjunjung tinggi keberagaman yang ada di Indonesia mulai dari perbedaan agama, kepercayaan, etnis, serta suku. Oleh karena itu, beliau dijuluki sebagai bapak pluralisme dari multikularisme di Indonesia. Ada lima pesan Gus Dur tentang keberagaman Indonesia yang perlu kamu ingat, yaitu:

1. Melakukan Hal Baik Tidak Dilihat dari Agama dan Suku

Gus Dur (alikhlas.com)

â??Tidak penting apapun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.â? – Gus Dur

Gus Dur pernah berkata kalau dengan menjadi orang baik, maka akan membawamu pada kebaikan pula. Siapapun kamu, di manapun tempat asalmu, apapun agamamu, tak akan menjadi masalah jika ingin berbuat kebaikan bagi banyak orang. Saat seseorang sedang terkena bencana atau musibah, apakah kita harus menanyakan terlebih dahulu apa sukunya dan apa agamanya terlebih dahulu sebelum kita memutuskan untuk menolong orang tersebut?

2. Pesan gus dur, Hindari Pertikaian Antar Agama dan Suku

Gus Dur (klimg.com)

â??Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.â? – Gus Dur

Di setiap negara selalu ada kaum mayoritas dan minoritas, tak terkecuali di Indonesia. Biasanya, kaum minoritas selalu menjadi korban karena hak-hak mereka tidak terlalu didengar oleh para kaum mayoritas. Semasa hidupnya, Gus Dur dengan berani memperjuangkan hak kaum minoritas di Indonesia dengan membebaskan mereka untuk merayakan kemerdekaan beragama. Hal ini dimaksudkan beliau agar menghindari terjadinya pertikaian antar agama dan suku karena karena ada kaum minoritas yang tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara Indonesia.

3. Toleransi Umat Beragama adalah Tiang Nasionalisme

Gus Dur (arah.com)

â??Agama dan nasionalisme tidak bisa berdiri sendiriâ? – Gus Dur

Sebagai bapak plurarisme yang menjunjung tinggi keberagaman, beliau selalu mengatakan kalau agama dan nasionalisme tidak akan bisa dipisahkan karena keduanya saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, adanya toleransi antar umat beragama sangatlah diperlukan oleh sebuah negara karena agama adalah tiang dari nasionalisme. Coba saja bayangkan jika sudah tidak ada lagi toleransi antar umat beragama di negeri ini, maka akan terjadi banyak pertikaian yang bisa meruntuhkan bangsa Indonesia.

4. Kemajemukan Menjadikan Bangsa Indonesia Lebih Kuat

KH Gus Dur (klimg.com)

â??Kemajemukan harus bisa diterima tanpa adanya perbedaan.â? – Gus Dur

Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki puluhan ribu pulau dengan aneka ragam suku dan agama. Kemajemukan bisa menjadikan Indonesia lebih kuat jika warga negaranya selalu menghargai satu sama lain karena kekuatan suatu bangsa bisa dilihat dari kerukunan warganya. Tapi kemajemukan juga bisa membuat Indonesia menjadi lemah jika warga negaranya saling bertengkar karena bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

5. Hormati dan Hargai Keberagaman

Gus Dur (rakawiryawan.wordpress.com)

â??Indonesia bukan negara agama, tapi negara beragama. Ada lima agama yang diakui di Indonesia, jadi tolong hargai empat agama yang lain.â? – Gus Dur

Gus Dur selalu menjunjung tinggi keberagaman yang dimiliki Indonesia karena bagi beliau, keberagaman itu patut dihormati dan dihargai sebagai hak warga negera Indonesia. Indonesia memiliki lima agama yang diakui oleh negara. Jadi sebagai pemeluk agama tertentu, diharuskan untuk saling menghormati dan menghargai empat agama lainnya. Ingatlah selalu sila pertama pancasila, yakni â??Ketuhanan yang Maha Esaâ?? yang menunjukkan kalau Indonesia adalah negara yang beragama bukanlah negara agama.

Setelah membaca lima pesan Gus Dur di atas, kita sebagai generasi muda haruslah mengingat baik-baik pesan beliau agar kita bisa turut andil dalam kedamaian dan kerukunan bangsa Indonesia serta tak mudah dipecah belah hanya karena keberagaman yang kita miliki. (jow)