Selain kekayaan alam dan budaya, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, terutama anak mudanya. Anak-anak muda Indonesia cenderung memiliki ide inovatif serta semangat tinggi. Nggak percaya? Kelima pemuda dan pemudi ini contohnya.

1. Gibran Huzaifah (e-Fishery)

Gibran Huzaifah (Usaid)

Awalnya, Gibran hanya ingin mengatasi kesulitan finansial yang dihadapinya. Ia kerja serampangan mencoba banyak bidang, hingga akhirnya bertemu dengan dosen yang menawarkan ide bisnis budidaya ikan lele. Dari situlah Gibran mengetahui permasalahan utama peternak lele di sekitarnya, yakni sulitnya mengontrol pemberian pakan. Untuk itu ia pun mencoba memberikan solusi kontrol lewat perangkat elektronik, yang diberi nama e-Fishery. Kini, temuannya tersebut tak hanya banyak dipakai oleh peternak lele skala kecil, namun juga perusahaan-perusahaan besar.

2. Nabila Firdausiyah (Kampung Warna Warni Jodipan)

Nabila Firdausiyah (Twitter)

Nabila Firausiyah bersama ketujuh temannya dari Universitas Muhammadiyah Malang prihatin dengan kondisi kampung di kelurahan Jodipan, Malang, yang sangat kumuh. Mereka pun mengubah kampung tersebut menjadi sebuah destinasi wisata yang unik, dengan mengecat ulang seluruh area publik di kampung tersebut menjadi lebih warna warni, mulai dari jalanan, jembatan, tangga, dan lain-lain. Kini, roda perekonomian masyarakat setempat pun jadi semakin hidup setelah banyaknya turis yang datang ke sana untuk berwisata.

3. Try Wibowo (Insan Medika)

Try Wibowo (Insanmedika)

Ada dua hal yang dilihat Try dari lingkungan di sekitarnya, yaitu tingginya angka pengangguran lulusan SMK, serta banyaknya kaum lansia yang kesulitan mendapatkan tenaga perawat berkualifikasi baik. Untuk mempertemukan dua kebutuhan tersebut, ia pun membangun Insan Medika. Bisnisnya tersebut kini berkembang dengan amat pesat dan dinilai berkontribusi dalam menekan angka pengangguran lulusan SMK.

4. Mesty Ariotedjo (WeCare.id)

Mesty Ariotedjo (Merahputih)

Mesty dikenal juga sebagai model dan pemain harpa. Berbekal latar belakang pendidikan di bidang kedokteran, ia pun mendirikan usaha WeCare.id, sebuah layanan elektronik terintegrasi yang bisa menghubungkan pasien dengan calon donatur untuk membiayai pengobatan. Untuk menyukseskan misinya tersebut, Mesty menggandeng pihak pemerintah dan swasta untuk menjangkau lebih banyak pasien. Pada tahun 2016 lalu, ia pun dinobatkan sebagai salah satu 30 Under 30 Forbes Asia atas prestasinya tersebut.

5. Gamal Albinsaid (Klinik Asuransi Sampah)

Gamal Albinsaid (Tokopedia)

Sebagai seorang dokter, Gamal bermimpi bisa membantu sebanyak mungkin orang untuk sehat. Sayangnya, Gamal justru menemukan masih banyak masyarakat di sekitarnya yang tak mampu mengakses layanan kesehatan dengan layak. Berangkat dari keprihatinan tersebut, ia pun mendirikan Klinik Asuransi Sampah. Masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan fasilitas kesehatan dengan menukarkan sampah. Atas ide inovatifnya tersebut, ia pun meraih banyak sekali penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. (tom)