Tak perlu melakukan hal besar untuk menjadi pahlawan bagi orang sekitar. Salah satu aksi heroik yang berasal dari kecil, dilakukan oleh seorang pria asal Papua. Aksinya saat menggendong seorang pendaki yang terluka di Gunung Slamet menjadi perhatian banyak netizen. Pasalnya, pria ini tidak hanya menggendong dan menolong pendaki yang terluka, tapi juga viral lantaran identitas pria berkulit gelap ini sempat tak diketahui.

Tak ayal, masyarakat pun dibuat penasaran dengan siapa sosok pria Papua ini. Tak sedikit para netizen yang memberikan apresiasi serta mengungkapkan rasa salut kepadanya. Selain mengungkapkan ketakjuban akan tindakan pria Papua tersebut, netizen pun saling mengingatkan kalau inilah semestinya gambaran perbuatan yang mesti dilakukan pada orang lain. Tanpa memandang suku, agama, maupun ras orang tersebut berasal. Kisah yang sempat viral di media sosial itu diunggah oleh akun Instagram @sabangprayogi pada Sabtu (1/7/2017).

Seperti diberitakan Kompas, peristiwa ini terjadi 30 Juni. Saat itu, sekitar pukul 10.30 WIB, Sabang yang tengah mendaki bersama tiga rekannya mendapati ada seorang pendaki seumuran siswa SMP asal Pemalang yang terpeleset di Batu Merah, sekitaran batas vegetasi Pos 9 Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Pendaki cilik itu mengalami cedera parah di kaki kiri hingga tak dapat berjalan sama sekali. Selain cedera di kaki, mata kanan dan dahi korban juga mengalami luka terbuka. Bahkan, kata Sabang, hidung korban juga sempat mengeluarkan darah. Beberapa waktu kemudian, datang rombongan sekitar lima orang dari Widya Mataram Pecinta Alam (Wimapala). Tanpa pikir panjang, seorang anggota Mapala tersebut langsung berinisiatif untuk menggendong korban di punggungnya.

Nah, baru-baru ini identitas pemuda tersebut terkuak. Pria asal Papua tersebut diketahui bernama Yeki Kogoya alias Lambu. Dalam postingan berupa video yang beredar, Lemba tampak tersebut turun menyusuri jalan setapak Gunung Terbesar di Pulau Jawa ini. Korban diikat kencang di belakang pundaknya hingga sampai di Pos 1 sekitar pukul 21.00 WIB. Pasalnya, bukan cuma jarak dan medan yang sulit, tapi ia menggendong pendaki tersebut selama 10 jam tanpa alas kaki.

Seorang pendaki lain juga mengapreasiasi aksi heroiknya yakni akun @chuex_cruiser. Ia mengunggah potret Lambu dengan caption berupa rasa takjub dan bangga. ““Ini teman kami sekaligus saudara kami! Mungkin bagi sebagian orang akan takut melihat dia tapi bagi kami dia sama sekali tidak menakutkan karena berkat dia lah 1 nyawa terselamatkan! Dengan tenaga sedikit yang tersisa dan kaki kiri pasca cidera luka panah dia mampu menolong orang yang membutuhkan! Pos 9 sampai pos 1 gunung slamet itu bukan jarak yang dekat tapi dia mampu evakuasi korban dengan menggendong seorang diri! Orang timur itu the best lah pokoknya!! Terima kasih om LAMBU sudah menjadi bagian dari kami,” tulisnya.

Usai melihat video ini, netizen semakin ramai memanggil Yeki dengan panggilan pace, karena salut akan kekuatannya.  Salut bukan?