Toleransi beragama di Indonesia dinilai sudah semakin berkurang. Namun kisah dari 5 keluarga ini membantah pernyataan tersebut. Meski ada 3 agama dalam satu keluarga, namun keluarga ini tetap bisa hidup rukun dan bahagia. Ini bisa dijadikan bukti bahwa toleransi beragama di Indonesia masih terjaga dengan baik. Berikut ini kisah 5 keluarga beda agamanya, seperti dilansir jadiBerita dari berbagai sumber.

1. Keluarga Menteri ESDM Ignasius Jonan

Jonan ketika makan bersama adiknya Yusuf dan adik iparnya Dessy Fatmawati (Dok, Hadi Djuraid)

Keluarga Menteri ESDM Ignasius Jonan adalah salah satu contoh toleransi beragama. Di keluarganya ada tiga agama berbeda yang dianut saudara-saudaranya. Jonan yang seorang Katolik, memiliki adik yang menjadi mualaf yakni Yusuf. Jonan yang merupakan enam bersaudara, juga memiliki adik perempuan yang menganut agama Hindu. Jonan memiliki hubungan yang akrab dan harmonis dengan adik-adiknya, meski mereka berbeda agama.

2. Keluarga Kotong, Bekasi

Keluarga Kotong yang berbeda-beda agama (Jawapos)

Keluarga ini berada di Kampung Sawah, Jati Murni, Pondok Melati, Kota Bekasi. Di keluarga mendiang Seman Kotong ini, ada tiga agama berbeda yang dianut anggota keluarganya. Andi Kotong, sang anak, menganut Katolik. Ini berbeda dari agama orangtuanya yang pemeluk Kristen Protestan. Bahkan, agama yang dianut Andi ini juga berbeda dengan agama yang dianut anaknya, yakni Islam. Adiknya Andi, Nini Kotong, juga seorang pemeluk Islam sejak memutuskan menjadi mualaf pada 1979.

3. Keluarga Halim, Yogyakarta

Sebuah keluarga di Yogyakarta ini juga memberikan contoh bagaimana keharmonisan tetap bisa dibangun dalam keluarga yang di dalamnya dihuni orang-orang berbeda agama. Di keluarga Halim ini terdapat tiga agama dalam satu keluarga. Halim yang menganut Kristen, memiliki ayah beragama Islam, sedangkan ibunya menganut Buddha. Halim percaya bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan, tidak ada agama yang mengajarkan kejelekan.

4. Keluarga Kriss Hatta

Kriss Hatta (Tabloidbintang)

Setelah meneguhkan diri menjadi seorang mualaf, Kriss membuat keluarganya yang dulu hanya memiliki dua agama berbeda kini menjadi tiga. Seperti yang kita ketahui, Kriss memeluk agama Islam, sedangkan ayahnya beragama Buddha. Berbeda dengan kedua lelaki di keluarganya, ibu Kriss adalah seorang Nasrani. Meski begitu, semua anggota dalam keluarga Kriss menghargai pilihan masing-masing dalam hal keyakinan.

5. Keluarga Pak Ulis, Cigugur

Ilustrasi toleransi beragama (Istimewa)

Pak Ulis dan istrinya adalah penghayat atau orang biasa menyebutnya pengikut kepercayaan Sunda Wiwitan. Kepercayaan yang mereka anut ini berbeda dengan anaknya. Anak pertama memilih memeluk Kristen sebagai agamanya, sedangkan anak kedua memilih menjadi seorang muslim. (tom)