Siapa sangka bahasa Jawa yang dianggap sebelah mata ternyata memiliki pesonanya sendiri? Banyak fakta unik bahasa Jawa yang luput dari perhatian kita selama ini. Berikut adalah 5 fakta bahasa Jawa yang mungkin belum kamu tahu, seperti dilansir jadiBerita dari YuKepocom, Kamis (6/7/2017).

1. Pengguna bahasa Jawa ternyata sampai ke luar negeri

Ilustrasi orang Jawa dan orang luar negeri (YouTube)

Bahasa daerah ini di tahun 2013 menjadi bahasa dengan pengguna paling banyak nomor 10 di dunia. Bahkan ternyata bahasa Jawa pernah dianggap sebagai bahasa yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan bahasa nasionalnya sendiri, yaitu bahasa Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, siapa yang sangka bahwa bahasa Jawa juga digunakan di luar negeri. Contohnya Negara Suriname yang penduduknya banyak menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-harinya. Selain di Suriname, bahasa Jawa juga digunakan di Singapura, Malaysia, Cocos Island, Nouvelle Celedonie, dan bahkan Belanda.

2. Bahasa Jawa terdiri dari banyak dialek

Ilustrasi dialek bahasa Jawa (Boombastis)

Walaupun sesama orang Jawa, terkadang dalam berkomunikasi mereka menggunakan dialek yang berbeda-beda tergantung dari mana asal mereka. Contohnya, penggunaan bahasa Jawa di Jawa Tengah berbeda dengan bahasa Jawa yang digunakan di Yogyakarta atau Jawa Timur. Ada juga bahasa Jawa yang dituturkan di daerah Banyumas, Tegal, Purwokerto yang dikenal sebagai bahasa Jawa â??ngapakâ?.

3. Bahasa Jawa memiliki tingkatan untuk penghormatan lawan bicara

Tingkatan bahasa Jawa (Instme)

Bahasa Jawa memiliki 3 tingkatan yaitu Ngoko, Kromo dan Kromo Inggil. Bahasa Jawa Ngoko bisa digunakan saat kita berbicara atau berinteraksi dengan kawan sebaya atu yang lebih muda. Sedangkan penggunaan Krama dan Krama Inggil adalah untuk lawan bicara yang lebih tua. Contohnya adalah untuk mengucapkan kata â??kamuâ? dalam bahasa Jawa Ngoko diartikan sebagaai sapaan â??koweâ?, berbeda lagi dengan bahasa Jawa Kromo digunakan sapaan â??sampeyanâ?, begitu pula dengan bahasa Jawa Kromo Inggil yang menggunakan sapaan â??panjenenganâ?.

4. Bahasa Jawa bisa ditulis menggunakan alfabet, aksara Jawa dan Arab-Pegon

Bahasa Jawa pakai aksara Arab (Gensbeaux)

Bahasa Jawa selain bisa ditulis menggunakan huruf alfabet, ternyata bisa juga ditulis dengan huruf-huruf khusus lainnya. Contohnya menggunakan aksara Jawa yang merupakan turunan dari aksara Brahmi yang berkembang pada zaman Hindu-Budha. Aksara Jawa ini juga lebih sering disebut sebagai huruf Hanacaraka. Tak hanya itu, bahasa Jawa juga bisa ditulis dalam huruf Arab yang termodifikasi menjadi huruf Arab-Pegon. Konon kata â??Pegonâ? berasal dari salah satu kosakata Bahasa Jawa yaitu â??pégoâ? yang berarti menyimpang karena suatu hal yang tidak lazim apabila bahasa Jawa ditulis dalam huruf Arab.

5. Bahasa Jawa memiliki banyak turunan kata

Turunan kata bahasa Jawa (Bersua)

Bahasa Jawa menjadi salah satu bahasa yang memiliki kosakata paling banyak. Biasanya dalam menyebut suatu benda, bahasa Jawa memiliki banyak ragam kata untuk memperjelas benda yang dimaksud dari berbagai sudut pandang. Misalnya dari kata â??padiâ? yang bisa dijadikan beberapa kosakata. Contohnya â??pariâ? yang merujuk pada padi yang masih di pohon, â??gabahâ? yaitu padi yang sudah dipetik, â??berasâ? yaitu padi yang sudah dikupas dari kulitnya, â??menirâ? merujuk pada pecahan butiran beras, â??segoâ? untuk nasi atau beras yang sudah dimasak, â??akingâ? untuk menyebut nasi yang sudah dikeringkan, dan lainnya. (tom)