Semua akan teratasi dengan baik jika kita pantang menyerah. Hal itulah yang berhasil dibuktikan oleh 5 mahasiswi ini. Terlahir di keluarga yang sederhana, mereka mampu untuk menjadi lulusan terbaik kampusnya mengalahkan teman-temannya yang mungkin memiliki ekonomi lebih baik daripada mereka. Siapa saja mereka? Berikut kelimanya, seperti dilansir jadiBerita dari berbagai sumber.

1. Raeni

Raeni dan ayahnya (Berpapasan)

Raeni adalah purti dari tukang becak bernama Mugiyono dan merupakan lulusan terbaik dari Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yaitu 3.96. Saat diwisuda pada Juni 2014 lalu, Raeni dengan bangga datang menggunakan becak sang ayah. Tentunya hal ini kemudian menjadi viral, bahkan jadi bahan berita di berbagai media. Banyak orang yang kemudian salut pada Raeni. Mulai dari prestasinya hingga kerendahhatiannya karena tak malu di antar sang ayah dengan becak saat wisuda.

2. Herayati

Herayati (Detik)

Sama seperti Raeni, Herayati adalah anak dari seorang tukang becak bernama Sawiri. Hera, panggilan akrabnya, merupakan Mahasiswi jurusan Kimia Fakultasi Matematika dan IPA (FMIPA) ITB. Dia berhasil lulus dengan IPK sempurna 4,0. Dengan prestasi itu, remaja berusia 19 tahun itu mendapatkan penghargaan dari Dekan FMIPA. Selain itu, langkah Hera untuk mengikuti program unggulan milik FMIPA ITB bernama fast track akan semakin mudah. Program fast track itu memungkinkannya bisa menyelesaikan kuliah S1 dan S2 dalam kurun waktu hanya 5 tahun saja.

3. Firna Larasanti

Firna Larasanti dan kedua orangtuanya (Semarangpos)

Firna adalah putri dari pasangan pemulung, Misiyanto (57) dan Siti Suswanti (46). Putri kedua dari tiga bersaudara itu hanya memerlukan waktu 3 tahun 10 bulan untuk meraih gelar sarjana Ilmu Politik Unnes dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77. Setelah lulus, ia bermimpi untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana. Ada dua universitas yang diimpikannya, salah satunya adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Cita-citanya ingin menjadi dosen.

4. Nur Isnaini Wulan Agustin

Nur Isnaini Wulan Agustin (Joglosemar)

Dara 21 tahun yang akrab disapa Ulin ini baru saja didaulat sebagai wisudawan terbaik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, periode April 2017. Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ini lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,80. Ulin terlahir dari keluarga sederhana. Sang ayah, Iding, berprofesi sebagai pedagang kerupuk, yang saban hari meloper ke warung-warung. Sedangkan sang ibunda, Ninik Purwanti, berjualan makanan ringan di SD dekat rumah.

5. Devi Triasari

Devi Triasari (YouTube)

Devi adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayah Devi, Suwito, bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya, Karinem, bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Devi berhasil lulus dari tempatnya kuliah, yaitu Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret, Surakarta, dengna IPK nyaris sempurna, 3,99. Dalam 3 tahun 6 bulan, Devi menyelesaikan kuliahnya dengan nilai nyaris sempurna. Hampir semua mata kuliah yang ditempuh mendapat nilai A, hanya satu mata kuliah yang bernilai B. (tom)