Warga Pedukuhan Bangeran, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah punya cara unik untuk merayakan HUT ke-72 Kemerdekaan Indonesia. Bukan lomba balap karung, warga desa di Kulonprogo ini mengadakan balap angkong (gerobak roda satu) sekaligus menangkap belut yang diikuti kaum ibu sebagai peserta.

Dalam lomba adu cepat ini, para yang juga diwajibkan mengenakan baju kebaya dan kain jarik itu duduk di atas angkong. Sedangkan kaum lelaki, para suami maupun anak laki-lakinya, mendorong angkong dari garis start menuju ujung arena di mana sebuah ember penuh belut menanti.

Setelah belut berhasil ditangkap, mereka harus kembali ke garis awal dengan cara serupa. Dalam waktu yang ditentukan, para peserta harus secepat dan sebanyak mungkin mengumpulkan belut. Peserta tercepat dinyatakan sebagai juaranya.

Suasana keseruan lomba balap angkong tangkap belut (Sorot)

Saking semangatnya, beberapa peserta justru saling tabrak karena terburu-buru ingin mengumpulkan belut sebanyak-banyaknya. Belum lagi para ibu yang bersusah-payah memegang belut sembari menahan geli. Namun, semua adegan itu menjadi keseruan dan keceriaan di kalangan masyarakat setempat.

Seorang peserta, Triasih (41) mengatakan lomba seperti ini membawa keseruan tersendiri. “Lombanya seru untuk memeriahkan HUT RI ke-72. Jarang ada lomba seperti ini. Saya harap bisa dilaksanakan setiap tahun,” ucapnya seperti dikutip dari Sorotco, Selasa (15/8/2017).

Panitia lomba dari Karang Taruna Bangeran Sejahtera, Dedy Sulistyo, mengatakan bahwa lomba yang tak biasa ini sengaja digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Penggunaan kebaya serta kain jarik dalam lomba tersebut dimaksudkan sebagai cara melestarikan kebudayaan warga. Ada sekitar 10 pasangan yang mengikuti lomba balap angkong tangkap belut tersebut.

“Lomba ini mungkin jarang terdengar dilakukan di tempat lain. Inisiatif kami untuk menyemarakkan perayaan 17-an juga untuk menjalin kerukunan warga Bangeran,” kata dia. (tom)