Ada yang unik dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB). Jika biasanya petugas pemadam kebakaran adalah kaum pria, maka di sana ada satu anggota yang ternyata merupakan cewek cantik dan berhijab. Dia adalah Dista Suwartika, atau akrab disapa Adista.

Dista memutuskan menjadi relawan bermula dari keisengan mencoba mengikuti tes. “Awalnya iseng-iseng saja mencoba, daripada menganggur,” kata Adista seperti dikutip dari Tribunnewscom, Senin (21/8/2017).

Adista mengatakan sempat mengikuti tes untuk menjadi Polisi Wanita (Polwan) tapi tidak lolos dalam seleksi. “Karena gagal tidak dapat tes Polwan. Akhirnya mencoba dan lolos disini. Ada teman yang bilang infonya,” ungkap Adista.

Perempuan yang beralamat di Permata Taman Sari Pasopati Arcamanik, Kota Bandung tersebut mengungkapkan walaupun kondisi perlengkapan pemadam kebakaran terbatas, hingga kini ia bisa memanfaatkannya dengan baik.

“Paling aku megang alat masih belum lancar, biasanya megang selang menyalakan air. Masih ada kendala, cuma ya sudah selagi adanya itu,” ungkap Adista.

Adista (Tribunnews)

Lebih lanjut, Adista menjelaskan pertama kali menjadi petugas pemadam kebakaran, perasaan takut menghampiri dirinya. “Awalnya takut turun gedung sewaktu pertama kali. Seperti aku takut kucing saat ada evakuasi kucing menjadi harus berani,” ucapnya.

Dalam keseharian melaksanakan tugas, ia sebagai anak semata wayang mendapatkan nasihat dari kedua orangtuanya, Bayu Suwergi Gading (46) dan Tati Atikah (42), untuk selalu berdoa saat ada kejadian dan menjaga diri dengan baik-baik.

Adista yang baru bergabung enam bulan dengan Diskar PB itu menuturkan mempunyai pengalaman unik saat bertugas di Taman Kopo, Bandung membantu proses evakuasi hewan.

“Seperti waktu evakuasi kucing yang masuk septic tank. Dibongkar di Taman Kopo Indah. Kucingnya tidak bisa mundur saat itu. Pakai alat sejenis bor untuk mengeluarkannya,” tutur Adista. “Yang melapor tetangga yang berada di rumah kosong tersebut. Kakinya sudah luka patah. Akhirnya kucing pun bisa diselamatkan,” tambahnya.

Adista menceritakan ada juga kejadian tak lazim, yaitu membantu pasangan suami istri untuk melepaskan sebuah cincin yang tidak bisa dilepas. Mereka mendatangi kantor dinas pemadam kebakaran. “Pernah kejadian pasangan suami istri untuk melepas cincin nikah. Saat itu sempat membantu untuk membuka. Akhirnya ada kepuasan sendiri bisa menolong,” jelasnya.

Adista berharap, kedepannya ia bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Menjadi lebih baik lagi dari yang sekarang, kami harus mengikuti saja,” ujarnya. (tom)