Selain berkarier di Indonesia, tak sedikit pula musisi Indonesia yang sukses go internasional, hingga kemudian menjadi sorotan media internasional. Berikut adalah 5 musisi Indonesia yang berprestasi dan disorot media internasional, seperti dilansir jadiBerita dari berbagai sumber.

1. Rich Chigga

Rich Chigga (Freemagz)

Berkat video klip miliknya yang berjudul “Dat $tick”, nama Rich Chigga menjadi terkenal di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Bahkan, Rich Chigga juga dijadwalkan untuk menggelar konser di sana. Kabar mengenai tur Rich Chigga juga diberitakan oleh beberapa portal berita online dari luar negeri, seperti Hypebeast, dan Highsnobiety.

2. Joey Alexander

Joey Alexander (Time)

Musisi muda Indonesia berusia 13 tahun ini berkesempatan untuk manggung di Grammy Awards, dan juga menjadi salah satu nominator dalam ajang tersebut tahun 2016 dan 2017. Berkat prestasinya ini, jelas saja banyak media internasional yang memberitakan dirinya, seperti salah satunya New York Times. Dalam media tersebut, Joey dijuluki sebagai child prodigy. Istilah child prodigy atau jazz prodigy ini juga digunakan berbagai media internasional, seperti BBC News, Hollywood Reporter, hingga CBS News.

3. VoB

VoB (Facebook)

Band VoB (Voice of Baceprot) asal Garut yang beranggotakan tiga cewek berhijab ini sukses menjadi sorotan dunia. Hal ini tak lain dikarenakan penampilan mereka yang berhijab namun membawakan lagu-lagu metal yang cadas. Salah satu media yang memberitakan VoB adalah media asal Inggris, Reuters, dengan judul “Indonesia’s Hijab-wearing Muslim Metal Group Challenges Stereotypes”.

4. Meliani Siti Sumartini

Meliani Siti Sumartini (Izaybiografi)

Sama seperti VoB, Meliani juga menjadi sorotan lantaran penampilannya yang berhijab namun memainkan atau mengcover musik-musik cadas. Tak hanya media Indonesia, namun aksi bermain gitarnya yang diunggah ke YouTube juga disorot media internasional, salah satunya adalah MetalInjection.net.

5. Tesla Manaf

Tesla Manaf (Salihara)

Tesla Manaf adalah gitaris jazz asal Bandung. Genre yang ditekuni gitaris berusia 27 tahun itu memang terbilang tidak biasa. Sejak aktif tampil dari satu panggung ke panggung lain dan merilis album pertama pada 2010 lalu, dia setia pada genre “akustik progresif atau neoklasik”. Karena keunikannya itu, sebuah perusahaan rekaman bernama MoonJune Records di New York, Amerika Serikat, kemudian mengontraknya dan merilis satu album berjudul “A Man’s Relationship with His Fragile Area” tahun 2014 lalu.