Mau berpetualang dengan suasana alam dan juga bertemu dengan satwa liar? Tak perlu jauh-jauh ke luar Indonesia, karena di Indonesia sudah tersedia taman nasional yang berisikan satwa-satwa liar, yang biasanya dilindungi. Berikut kelima tempatnya, seperti dilansir jadiBerita dari berbagai sumber.

1. Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran (Liputan6)

Tempat di Jawa Timur ini djuluki sebagai Little Africa, karena memang mayoritas hewan liar yang ada di sini merupakan hewan yang juga ada di Afrika. Di sini kamu bakal melihat suasana pegunungan dan dipenuhi savana, di mana ada mamalia seperti banteng, kancil Jawa, kerbau, monyet, rusa bahkan macan tutul Jawa.

2. Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting (Backpackerjakarta)

Terletak di paru-paru kota Borneo, daerah ini dikelilingi oleh hutan tropis yang membuatnya menjadi habitat alami yang sempurna bagi berbagai spesies liar seperti primata menggemaskan orangutan, piton, babi endemik, serta tanaman tropis. Taman yang luasnya mencakup hingga 416 hektar ini dipenuhi hutan, rawa, hutan bakau, dan pantai.

3. Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo (Kliksamarinda)

Hanya di Taman Nasional ini kamu bisa melihat dinosaurus terakhir di bumi, yaitu komodo. Selain komodo, ada juga hewan lain seperti rusa, kura-kura dan berbagai macam burung. Sementara di bawah permukaan laut, ada banyak makhluk yang hidup seperti lebih dari 1.000 spesies ikan tropis dan terumbu karang.

4. Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat (Yukpiknik)

Taman Nasional Kerinci Seblat di Jambi merupakan salah satu taman satwa paling luas dari empat provinsi di Sumatera. Meliputi berbagai lanskap yang juga masuk dalam daftar Gunung Berapi dengan puncak kedua tertinggi, Gunung Kerinci. Keragaman medan membuat Taman Nasional ini jadi rumah yang sempurna untuk makhluk-makhluk menakjubkan yang dilindungi seperti harimau, badak, dan burung.

5. Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas (Lombokmarine)

Taman Nasional di Lampung ini telah menjadi rumah bagi spesies langka yang telah terancam selama bertahun-tahun, seperti gajah dan badak bercula dua. Meskipun dikenal sebagai habitat gajah, daerah ini juga sering dikunjungi oleh pengamat burung lokal yang berharap dapat menemui spesies burung langka. (tom)