Jika kita menonton beberapa film, ada yang berkisah tentang ramalan seseorang yang menjadi nyata. Namun apakah hal tersebut benar-benar bisa terjadi di dunia nyata?

Ternyata para peneliti tentang manusia bisa melihat masa depan sudah memaparkan, dimana kondisi seseorang yang bisa melihat peristiwa masa depan atau sesuatu yang belum terjadi disebut dengan extrasensory perception atau ESP. Sebagian orang mungkin berpikir hal tersebut berawal dari mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan atau memiliki firasat tertentu.

Ilustrasi peramal (Cyklistforbundet)

ESP adalah indra khusus di luar penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa. Bisa dibilang ESP adalah indra ke-6, karena tidak seperti indra biasa lainnya, ESP memiliki jangkauan yang hampir tidak terbatas dan terutama dialami oleh pikiran dibanding sensasi tubuh.

Hasil ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Cornell. Studi ini dilakukan lebih dari satu dekade dengan melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa. Partisipan diminta untuk menebak gambar di balik tirai yang menyembunyikan suatu foto. Hasilnya, sebagian mahasiswa berhasil menebak gambar, sementara lainnya tidak.

Istilah ESP ini diciptakan pada tahun 1934 oleh profesor JB Rhine dari Duke University, ia merupakan ilmuwan pertama yang melakukan penelitian mengenai paranormal di laboratorium universitas.

Ilustrasi ESP (YouTube)

Para ahli memiliki teori bahwa ESP adalah energi yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Biasanya energi ini berbentuk gelombang elektromagnetik seperti cahaya, radio dan energi X-ray.

Seperti dilansir Howstuffworks, Senin (11/9/2017), kemampuan ESP ini merupakan gabungan dari berbagai kemampuan yang berkenaan dengan indra atau fenomenal lainnya. ESP sendiri ada beberapa jenis, yaitu:

  1. Telepati, kemampuan untuk membaca pikiran orang lain.
  2. Clairvoyance, kemampuan untuk ‘melihat’ kejadian atau objek yang terjadi di tempat lain.
  3. Precognition, kemampuan untuk melihat masa depan.
  4. Etrocognition, kemampuan untuk melihat masa lalu yang jauh.
  5. Mediumship, kemampuan untuk menyalurkan roh-roh orang yang sudah meninggal.
  6. Psikometri, kemampuan untuk membaca informasi tentang seseorang atau suatu tempat dengan menyentuh benda fisik.

Jadi, kesimpulannya, penelitian psikologi dalam skala besar menemukan hasil bahwa orang yang bisa melihat masa depan (extrasensory perception/ESP) adalah nyata. Namun tetap saja hal ini membutuhkan lebih banyak penelitian, mengenai apa yang bisa menjadi pemicu manusia bisa meramal masa depan. (tom)