Adanya meja dan kursi benar-benar mengubah gaya hidup kita, salah satunya dipergunakan untuk makan. Padahal, nenek moyang kita memilih untuk duduk di lantai alias lesehan dengan kaki menyilang saat makan. Meski dinilai kampungan, setelah diteliti secara internasional, ternyata makan sambil duduk lesehan memiliki manfaat bagi tubuh. Apa saja manfaatnya? Berikut beberapa manfaatnya, seperti dilansir jadiBerita dari berbagai sumber.

1. Memperbaiki postur tubuhmu

Ilustrasi lesehan (Kingstonmuslims)

Duduk di kursi itu dipopulerkan dari budaya Barat dan orang di negara-negara Barat terkenal dengan postur yang kurang baik dibandingkan dengan orang Timur pada zaman dulu. Jadi duduk di lantai dengan posisi yang benar akan memperbaiki posturmu.

2. Meningkatkan kualitas pencernaan

Ilustrasi lesehan (Thekitchykitchen)

Ketika piring berada di depan kakimu, kamu harus menekukkan perutmu ke depan untuk mengambil makanan yang akan kamu makan. Kamu akan maju mundur melakukannya dan kembali ke posisi duduk semula. Pergerakan konstan ini akan membantumu mengaktifkan otot-otot perut sepanjang proses makan dan seterusnya. Alhasil, pencernaanmu akan lebih berjalan lancar.

3. Melubrikasi sendi-sendi pinggang dan lutut

Ilustrasi lesehan (Eatthis)

Posisi makan di lantai juga memastikan sendi-sendimu lebih fleksibel. Setelah melatih postur pada posisi ini secara rutin, sendi-sendi lutut dan pinggangmu akan menjadi lebih tahan dari penyakit degeneratif (seperti osteoporosis dan arthritis) serta berbagai bentuk cidera.

4. Mengurangi berat badan

Ilustrasi lesehan (Eatthis)

Postur duduk lesehan ini akan membantumu mengontrol makanan yang kamu konsumsi dan membantumu merasa penuh atau kenyang lebih cepat. Jadi ketika kamu makan lebih sedikit, kamu tak akan menambah jumlah lemak tubuhmu lebih banyak.

5. Membantu kita untuk hidup lebih lama

Ilustrasi lesehan (Suarasurabaya)

Menurut penelitian yang dipublikasi dalam European Journal of Preventive Cardiology, para partisipan yang duduk di lantai saat makan dan bisa bangkit berdiri tanpa bantuan, cenderung memiliki jangka hidup lebih panjang. Menurut laporan penelitian ini, mereka yang tak bisa bangkit berdiri tanpa bantuan berisiko 6,5 kali lebih tinggi untuk meninggal dalam 5-6 tahun ke depan. (tom)