Ilustrasi mahasiswa belajar

Saking sayangnya orangtua ke kita, mereka biasanya akan selalu menjaga kita dengan baik agar kita tidak terpengaruh dengan hal-hal buruk. Dalam menjaga anak-anaknya, seorang ayah atau ibu biasanya akan rutin kasih nasihat-nasihat atau petuah-petuah yang kadang bikin kita sebel, karena selalu diulang-ulang dan terkesan terlalu mengatur kita. Apalagi dalam hal pendidikan, bokap-nyokap kita biasanya ‘kenceng’ banget kan nasehatin kita ya? Yuk JB’ers, kita bahas satu-satu petuah-petuah ortu ke kita ini sebenarnya beneran atau cuma buat nakut-nakutin kita sih:

 

1. Harus Dapat Nilai Tertinggi

Ilustrasi belajar

Hampir semua orangtua menginginkan anaknya pintar. Nah, parameter yang membuktikan kalau anaknya sudah pintar atau belum adalah nilai terbaik di kelas. Petuah itu biasanya diucapkan orangtua, agar rajin belajar, dapat nilai bagus, dan jadi yang terbaik. Tapi bagi JB, ada hal lain yang lebih penting daripada itu, yakni kalian harus benar-benar suka dan memamahi pelajarannya dibanding demi kejar nilai bagus yang ujung-ujungnya, nanti menghalalkan segala cara (baca: mencontek). Dapat nilai pas-pasan dengan cara yang jujur jelas lebih baik daripada dapat nilai bagus tapi dengan cara yang curang.

 

2. Lebih Baik Ambil Jurusan A daripada B

Pilih jurusan (Tanyakarir.com)

Petuah ini suka muncul saat JBers mau pilih penjurusan di SMA atau pilih jurusan saat Kuliah. Sebenarnya maksud orangtua kita baik, yaitu berdasarkan pengalaman di zaman ortu kita muda. Memang banyak pekerjaan dari jurusan IPA/Teknik yang bikin orang jadi sukses dan mapan, sebut saja Dokter dan Insiyur Teknik, makanya ortu kita selalu kasih petuah ini. Sampai zaman sekarang pun, kedua jenis pekerjaan ini masih menjadi impian banyak orang.

Namun pada zaman globalisasi seperti sekarang, apapun pilihan jurusan yang kita pilih itu suatu hal yang menjanjikan, asalkan kita serius dan fokus menekuninya. Tidak jarang lho terjadi paradox. Banyak perusahaan keeuangan seperti bank malah dipimpin oleh Sarjana Teknik. Atau misalkan sebuah perusahaan IT malah dipimpin oleh lulusan Sarjana Ekonomi. Peluang kerja di zaman sekarang terbuka lebar untuk semua jurusan. Yang penting JB’ers menguasai dan memiliki passion di bidang yang ditekuni dan harus mau belajar terhadap ilmu-ilmu baru. Jangan lupa juga sampaikan hal ini dengan baik-baik ke ortu kamu yah.

 

3. Fokus Belajar, Jangan Ikut Ekskul

Ekskul Tari Saman (Youthmanual.com)

Pada umumnya, orangtua meminta anaknya untuk fokus belajar saja di kelas, tak perlu ikut kegiatan di luar kelas. Jika kamu ikut ekskul, mereka mengkhawatirkan kuliah kamu bisa terbengkalai dan kamu bisa kelelahan. Ini memang ada benarnya. Tapi sebenarnya hal ini bisa kamu siasati dengan manajemen waktu yang baik. Jika kamu pintar membagi waktumu antara kuliah di kelas dengan kegiatan organisasi sejenisnya, dengan baik, dijamin kamu bisa ‘menang banyak’. Kuliahmu sukses dan kegiatan luarmu juga lancar.

JB’ers juga perlu tahu bahwa saat kamu nanti melamar pekerjaan, faktor penentu yang membuatmu diterima atau tidak, bukan karena sekadar nilai di atas kertas, tapi juga karena pengalaman organisasi ekskul-mu sewaktu kuliah. Penting juga untuk kamu aktif menghadiri kegiatan seminar dan kegiatan positif lainnya, karena itu merupakan suatu pengalaman yang tak ternilai harganya.

 

4. Lulus kuliah harus cepat 4 tahun

Wisuda (Ardiyanto.id)

Petuah ini sering muncul saat JBers yang mahasiswa masuk di tahun ke-3 kuliah. Rasa terbebani dan rasa tanggung jawab mulai kita rasakan di fase ini. Sebenarnya lulus cepat 4 tahun tentu lebih baik. Saran dari JB adalah sebaiknya pastikan kalian lulus kuliah cepat namun sudah paham atas ilmu yang kuliah tekuni & kalian sudah mengisi diri kalian dengan soft skill, hard skill dan banyak pengalaman sebagai pengembangan diri. Lulus kuliah tidak harus cepat, namun memang lebih baik. Jika kalian bisa lulus kuliah dalam waktu 5 tahun pun sebenarnya tidak apa-apa, karena biasanya perusahaan yang akan merekrut kalian tidak hanya melihat dari sisi cepatnya lulus saja kok.

Nah ada baiknya kalian juga memahami maksudnya ortu, bahwa mungkin juga petuah ini muncul karena biaya kuliah tidak murah, sehingga kita diharapkan lulus cepat dan lekas kerja untukmembantu ekonomi keluarga.

 

5. Setelah lulus kuliah harus langsung dapat kerja

Interview kerja (Halomoney.co.id)

Memang benar setelah lulus kuliah idealnya sebaiknya langsung bekerja. Namun sebelum itu sebaiknya JB’ers tentukan dulu impian kalian, apakah ingin bekerja di perusahaan atau menerapkan ilmu sebagai entrepreneur, atau ngelanjutin S2 jika ortu kalian mampu. Atau kalian ingin meraih beasiswa S2 di luar negeri. Jika ingin bekerja, cocoknya bekerja di lapangan atau kerja di balik meja. Jika ingin menjadi entrepreneur, apakah punya modal dan infrastruktur, dst. Hal-hal ini harus diputuskan dengan tepat (dengan bimbingan ortu kalian juga ya).

Maksudnya ortu untuk petuah cepat lulus itu baik, yaitu kalian jangan pada kelamaan nganggur dan jangan terlalu ‘picky’ pilih pekerjaan. Setiap ada pengalaman kerja yang dating mending cepat ambil aja, karena ini akan membuat kalian semakin matang daripada saat mahasiswa. Kamu akan merasakan bagaimana susahnya cari uang sendiri. Kamu juga akan merasakan betapa bahagianya dapat gaji pertama. Jika dalam waktu 4-6 bulan setelah lulus kalian belum juga dapetin pekerjaan, kamu sebaiknya instropeksi dan kudu belajar tes pekerjaan (psikotes & wawancara) yang benar itu bagaimana.

Untuk JBers, apapun petuah-petuah orangtua tentang pendidikan ke kalian, pastikan ya kalian ini sering berdiskusi dan ngobrol tentang diri JB’ers sendiri, mau kamu apa, tapi jangan lupa juga untuk open mind dengerin mksudnya ortu, minta ortu jelasin ke kalian, maksudnya sebenarnya apa. Setiap ortu pasti ingin yang terbaik buat anak-anaknya kok ! Sering-sering ngobrol yah sama ortu biar kalian nggak salah tangkap maksud ortu, begitu juga sebaliknya. (rei)