Ilustrasi kerja (Pixabay)

Setelah lulus kuliah, langkah berikutnya sudah pasti mencari kerja agar masa depan JBers terjamin. Selama masa libur setelah lulus kuliah, kamu pasti mencari-cari info tentang lowongan kerja yang bisa kamu lamar dan juga serba-serbi dunia kerja agar tak bingung dalam bekerja. Rupanya, dari beberapa serba-serbi dunia kerja itu tak semuanya benar dan bisa dipercaya. Nah, berikut ini adalah mitos-mitos dunia kerja yang wajib kamu ketahui agar tak salah kaprah.

1. Bekerja harus sesuai jurusan kuliah

Ilustrasi kerja sesuai jurusan kuliah (Pixabay)

Jika kamu ingin bekerja sesuai jurusan, bisa jadi kamu malah mengganggur dalam waktu yang lama, dan nantinya sulit melamar kerja karena kepentok umur. Apalagi jika jurusan yang kamu ambil memang jarang ada lowongan pekerjaan. Anggapan yang benar adalah kamu sendiri yang menentukan setiap pilihan kerja, bisa sesuai bidang kamu geluti sebelumnya dan bisa juga sesuai minat dan bakat yang dimiliki. Bekerja tidak sesuai dengan jurusan tidaklah salah asalkan kamu nyaman menjalaninya, daripada sesuai jurusan tapi kerjanya tidak nyaman.

2. Jurusan seni susah dapat kerja

Seniman (Pxhere)

Anggapan ini harus dihilangkan karena bidang seni sering dianggap sebelah mata dan stigma tersebut masih begitu melekat. Justru jebolan seni setelah lulus bisa sukses besar di bidangnya, misalnya jadi seniman ternama dan setiap karyanya dihargai sangat mahal. Nyatanya mau kuliah di mana saja dan apapun latar belakang kamu, asalkan mau berusaha keras maka kesuksesan akan mengikuti kamu.

3. Lulusan S2 Jaminan Gampang Dapat Kerja

Vidi Aldiano lulus S2 (Tabloidbintang)

Banyak anggapan bahwa lulusam S1 sulit mendapat kerja karena banyak saingan, sehingga alternatifnya harus lulus S2 agar dapat gampang kerja. Nyatanya itu hanya mitos, apalagi pendidikan tinggi saat ini tidak sesulit di masa lalu. Asalkan punya duit yang cukup dan waktu luang, menyambung pendidikan di level selanjutnya bukan hal masalah. Ini berarti lulus S2 belum tentu gampang dapat kerja, karena saingannya juga banyak. Baiknya kamu sebelum mengambil S2 sudah memiliki pengalaman kerja, sehingga setelah lulus S2 peluang mendapat kerjaan lain bisa lebih besar, meskipun bukan jaminan.

4. Hobi tak bisa menghasilkan apapun

Masak (Pixabay)

Pernyataan ini dinilai merendahkan hobi. Faktanya, banyak juga orang yang bekerja sesuai dengan hobinya, seperti orang yang hobi memasak menjadi koki, lalu orang yang hobi fotografi lalu menjadi fotografer handal. Dari hobi tersebut, tak jarang mereka bisa menghasilkan pendapatan yang tak sedikit. Kembali lagi ke kemauan kamu. Seandainya kamu punya kemauan kuat, dan tentu saja skill yang mumpuni, bukan tak mungkin hobi kamu itu bisa jadi lahan penghasilan.

5. Gaji besar indikator kebahagiaan

Ilustrasi gaji besar (Ugm)

Mungkin bagi fresh graduate, hal inilah yang menjadi poin utama dalam mencari pekerjaan. Bahkan ada juga yang rela untuk keluar dari satu perusahaan demi pindah ke perusahaan lain demi gaji yang lebih besar. Faktanya, banyak juga pekerja yang keluar dari perusahaan ternama dan berbonafid walaupun digaji selangit. Gaji bukanlah tolok ukur kebahagiaan. Percuma gaji tinggi jika kerjaan kamu tak nyaman dan memberatkanmu. Jika kamu sudah nyaman dengan kerjaan kamu, maka gaji yang tak seberapa bukan masalah berarti.

Itulah sejumlah mitos dunia kerja yang sayangnya masih dipercaya. Yang terpenting adalah bekerja sesuai passion JBers dan rasa nyaman. Masalah gaji besar dan semuanya adalah bonus atas kerja keras serta kejujuran. Semoga bisa menginspirasi. (tom)