Bikin film (Pixabay)

JBers suka film? Atau berencana ingin bikin film? Mungkin banyak anak-anak muda yang memang ingin berkecimpung dalam dunia film. Namun kebanyakan tersandung di masalah biaya. Biasanya, untuk memproduksi satu film, membutuhkan biaya atau budget yang tak sedikit, mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah! Tapi kamu jangan berkecil hati dulu, karena ada cara supaya kamu bisa membuat film namun dengan budget minim. Penasaran caranya? Begini caranya.

1. Memakai kamera smartphone atau kamera prosumer

Kamera prosumer (Tribunnews)

Jika kamu membayangkan bikin film itu harus memakai kamera canggih, set pencahayaan spektakuler, dengan proses post-production kelas layar lebar, buang jauh-jauh pikiran kamu itu. Untuk bisa membuat satu film sebenarnya bisa menggunakan peralatan seadanya yang kamu miliki. Soal kamera, kamu bisa pakai kamera smartphone kamu. Sekarang sudah banyak smartphone dengan kualitas kamera mumpuni. Bahkan, ada juga film-film berkualitas yang dibuat hanya dengan kamera smartphone. Jika kamu ingin naik level lagi, maka kamu bisa beli kamera prosumer, dengan harga sekitar Rp 2 juta. Dengan harga segitu kamu sudah dapat kamera berkualitas.

2. Perangkat audio murah

Sound recorder (Wikimedia)

Sama seperti kamera, kamu juga tak memerlukan perangkat audio dengan harga fantastis kecuali jika kamu mau membuat film sekelas Hollywood. Untuk kelas film pendek, kamu cukup membeli perangkat audio dengan harga Rp 5 juta. Dengan harga segitu, kamu sudah bisa mendapatkan perangkat perekam audio yang bisa menghasilkan suara jernih untuk dialog 3-5 orang.

3. setting di satu tempat

Ilustrasi syuting di satu setting (Flickr)

Jika peralatan sudah terpenuhi semua, kini saatnya kita mencari lokasi syuting. Untuk memangkas biaya, kamu bisa menggunakan setting di satu tempat saja, dan tempat itu bisa kamu gunakan secara gratis. Misalnya seperti kamar kamu sendiri, atau rumah teman kamu. Jangan salah, nyatanya banyak film-film Hollywood yang sukses hanya dengan menggunakan satu tempat saja, seperti film “Buried”. Selain Hollywood, ada juga film Jepang berjudul “Kisaragi” yang juga hanya bersetting di satu tempat saja.

4. Merekrut teman sebagai aktor

Kru AADC 2 (Liputan6)

Menyewa aktor atau aktris terkenal sudah pasti makan biaya besar, bahkan mungkin lebih besar dari harga kamera kamu. Karena itu, kamu bisa mengajak teman kamu yang jago akting untuk menjadi pemeran dalam film kamu. Jago di sini memang mungkin belum sekelas aktor yang mendapatkan penghargaan, tapi selalu ada saja teman-teman yang terlihat enteng saat mesti beraksi di depan kamera, berambisi jadi pemain film, atau bahkan terlibat kegiatan seperti teater. Intinya, kamu ajak mereka bukan sebagai pekerja, tapi partner untuk berkarya.

5. Pakai media sosial untuk distribusi

Media sosial (Pixabay)

Satu lagi bagian dalam pembuatan film yang biasanya cukup mahal, yaitu distribusi. Yang jelas, kamu tak perlu dulu memikirkan cara film kamu bisa tayang di bioskop. Kamu cukup melirik media sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram, dan masih banyak lagi. Inti dari distribusi di sini adalah menuai respon dari penonton. Dari sini kamu bisa tahu apakah film kamu itu memang disukai banyak orang, atau menurut mereka biasa saja. Fungsi lain dari medsos adalah kamu bisa menerima kritik dan masukan dari mereka agar bisa lebih baik lagi.

Dari semua poin di atas, yang lebih penting adalah cara kamu membuat plot cerita yang kuat dan membuat penonton penasaran hingga betah menonton sampai habis. Jika plot sudah bagus, dijamin penonton bakal suka dengan film buatan JBers. Selamat mencoba dan sukses selalu! (tom)