Vape (Flickr)

Beragam cara dilakukan orang untuk meninggalkan kebiasaan merokok. Salah satu alternatif yang paling banyak dipilih saat ini adalah vape. Tidak sedikit yang yakin, vape lebih aman dari rokok tembakau. Padahal, vape tak benar-benar terlepas dari zat kimia berbahaya yang mengancam kesehatan jiwa dan raga. Ini bahaya vape di balik kenikmatannya menurut Dr. Andika Widyatama.

1. Bikin kecanduan

Vape (Freegreatpicture)

Nikotin yang terkandung di dalam vape dapat menimbulkan efek ketergantungan. Maka dari itu, kamu  mungkin bisa berhenti merokok tembakau, namun efeknya malah menjadi kencaduan vape. Ini sama bahayanya, karena pada dasarnya vape mengandung zat kimia berbahaya yang bisa menimbulkan efek buruk bagi tubuh. Penelitian membuktikan, remaja yang mencoba vape memiliki kemungkinan untuk juga mencoba rokok tembakau.

2. Menyebabkan penyakit jantung

Penyakit jantung (Pxhere)

Meski tidak sebanyak rokok tembakau, zat nikotin yang terkandung dalam vape tetap dapat menimbulkan gangguan pada pembuluh darah arteri. Kejadian ini bisa memengaruhi kerja jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebaiknya mulai dikurangi, atau lebih baik lagi untuk berhenti merokok atau nge-vape.

3. Meningkatkan resiko penyakit paru-paru

Paru-paru (Pixabay)

Layaknya rokok tembakau, vape digunakan dengan cara dihisap. Ini tentu dapat memengaruhi kesehatan paru-paru kamu secara langsung. Zat kimia yang terkandung di dalamnya bisa menimbulkan reaksi peradangan dan kerusakan jaringan paru. Sebuah penelitian menyatakan bahwa vape bisa mengganggu fungsi regenerasi sel paru, sehingga menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri tertentu.

4. Menimbulkan sel kanker

Sel kanker (Pixabay)

Nikotin cair beserta zat pelarut propilen glikol, gliserin, dan dieter glikol yang berada di dalam carian vape,  jika dipanaskan akan menghasilkan zat nitrosamine. Zat nitrosamine ini cukup berbahaya, karena dapat memicu terjadinya kanker.

5. Membahayakan orang sekitar

Asap vape (Wikimedia)

Tak cuma diri sendiri, layaknya rokok, vape juga bisa membahayakan orang lain. Paparan nikotin pada orang lain dapat menimbulkan kecanduan. Pada anak, hal ini dapat menimbulkan gangguan perkembangan otak. Selain itu, paparan nikotin pada ibu hamil juga dapat memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan.

Vape atau rokok elektrik ternyata sama bahayanya dengan rokok tembakau. Lebih parahnya, biaya yang dibutuhkan untuk ‘menikmati’ bahaya vape tergolong tidak sedikit. Kamu malah menjadi rugi dua kali lipat: rugi kesehatan dan juga rugi finansial. Agar tetap sehat dan tak rugi finansial, sebaiknya mulai dikurangi kegiatan vape kamu. (tom)