Rumah (Pixabay)

Berbicara tentang kebutuhan pokok, tentunya kita tahu bahwa manusia harus punya sandang, pangan dan papan, yang artinya harus memiliki pakaian, makanan, dan rumah. Urusan pakaian dan makanan mungkin masih bisa dipenuhi, namun urusan rumah yang sulit karena tak semua orang bisa memiliki rumah, dan akhirnya memilih untuk tinggal di rumah kontrak. Jika JB’ers kebetulan memiliki uang, maka kamu bisa berkesempatan untuk memiliki rumah. Pertanyaannya, rumahnya harus beli jadi, atau bangun sendiri? Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari masing-masing buat kamu yang bingung.

Kelebihan bangun rumah

1. Biaya

Ilustrasi biaya rumah (Pixabay)

Dilihat dari sisi biaya, total pembiayaan dari membangun rumah sendiri memang memiliki selisih yang cukup banyak jika kamu bandingkan dengan membeli rumah. Ditambah lagi, kamu tak akan dikejar waktu untuk pembayaran rumahnya. Kamu bisa memilih untuk membangun rumah secara bertahap, mulai dari tanahnya.

2. Sesuai keinginan dan selera

Ilustrasi rumah (Pixabay)

Karena dibangun sendiri, maka rumahnya, baik itu eksterior maupun interiornya, bisa disesuaikan dengan keinginan. Mau bentuknya trapesium atau jajaran genjang, semua disesuaikan selera masing-masing. Kamu juga bisa bangun rumah dengan bentuk unik, seperti misalnya rumah nanas milik Spongebob. Dengan bangun rumah sendiri, maka kamu bisa menentukan berapa jumlah ruangan yang dibutuhkan beserta masing-masing luasnya.

Kekurangan bangun rumah

1. Proses lebih lama

Ilustrasi rencana bangun rumah (Pixabay)

 

Jelas ada banyak langkah dan proses yang harus ditempuh dari awal sampai rumah kamu bisa berdiri. Kamu juga harus perhatikan surat-surat tanah tersebut dan periksakan ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) setempat. Jangan lupa cek peruntukan lahan tersebut ke Dinas Kota/Daerah, apakah lahan tersebut diperbolehkan untuk dibangun rumah tinggal. Kamu juga diharuskan membuat blueprint rumah, dimana nantinya akan berfungsi sebagai pedoman saat mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Kamu juga butuh jasa arsitek, hingga kontraktor, yang tentunya tak bisa diurus sebentar.

2. Kurang efisien

Ilustrasi bangun rumah (Pxhere)

Kamu bakalan butuh cukup banyak waktu dan juga proses yang panjang. Belum lagi jika ternyata pada saat proses membangun rumahnya dijumpai beberapa kendala yang sering ditemui secara umum, misalnya pada masalah legalitas dan juga perizinan.

Kelebihan beli rumah

1. Minim resiko

Ilustrasi beli rumah (Pixabay)

Ketika kamu memilih untuk membeli rumah jadi, maka kamu akan memperoleh sisi aman dari aspek legalitas. Dalam hal ini di antaranya adalah keabsahan sertifikat, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sebagainya. Karena proses pengurusan sudah selesai, maka kamu bisa tenang, dan tinggal menempati rumahnya saja.

2. Lebih efisien

Ilustrasi rumah (Pixabay)

Saat membeli rumah jadi, kamu akan langsung mendapatkan sebuah hunian yang telah siap pakai. Jelas sangat menguntungkan bagi kamu yang super sibuk, dan tak sempat mengurus berbagai macam berkas atau proses perizinan jika membangun rumah.

Kekurangan beli rumah

1. Harga yang lebih mahal

Ilustrasi biaya rumah mahal (Pxhere)

Harga rumah zaman sekarang ini memang bisa dibilang sangat mahal. Ada perbedaan selisih yang cukup banyak jika membandingkan biaya untuk membeli rumah dengan pembiayaan pada pembangunan rumah. Terkadang ada orang yang pasang harga tinggi untuk ukuran rumah yang tak seberapa luas.

2. Tak sesuai keinginan dan selera

Ilustrasi rumah terbengkalai (Rumah)

Rumah yang langsung jadi jelas tak akan sesuai dengan keinginan dan selera kamu. Terkadang muncul permasalahan luas yang kurang sesuai dengan harapan, detil ruangan yang kurang memuaskan, desain arsitektur yang tidak sesuai dengan harapan dan ekspektasi kamu, dan lain sebagainya.

Itulah tadi kelebihan dan kekurangan dari beli atau bangun rumah. Semua kembali pada JB’ers. Jika ingin memiliki rumah sesuai keinginan, maka kamu bisa membangun rumah. Namun, jika kamu punya uang lebih dan tak ingin ribet, maka kamu bisa beli rumah jadi. (tom)