Aurora 01 (HAI)

Meski mobil-mobil di Indonesia masih menggunakan mobil yang ditenagai bahan bakar, namun hal ini tak menyurutkan semangat anak bangsa untuk membuat mobil listrik yang lebih ramah lingkungan. Salah satu mobil listrik karya anak bangsa yang baru-baru ini diumumkan adalah Aurora 01.

Aurora 01 sendiri adalah mobil listrik buatan mahasiswa Politeknik 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Mereka adalah M Airul Ayyub (Teknik Listrik Industri), M Ainur Roziq (Teknik Manufaktur), Ahmad Firdaus (Teknik Listrik Industri), Achmad Irwan (Teknik Listrik Industri), dan Ressa Ramadhita (Teknik Manufaktur). Mereka berhasil merancang mobil listrik dengan modal Rp 70 juta. Mobil listrik tersebut dirakit selama sebulan di laboratorium Politeknik Untag Surabaya.

Aurora 01 (Liputan6)

Menurut Direktur Politeknik Untag Surabaya, Gatut Budiono, mobil listrik dilengkapi fitur “Regenerative Breaking System” yang dapat mengubah energi kinetik menjadi energi listrik ketika melakukan pengereman. Artinya, baterai akan terisi sewaktu pengemudi mengerem kendaraan.

“Teknologi ini sudah banyak diterapkan di mobil listrik premium seperti BMW i8 dan Toyota Supra HV-R Hybrid,” katanya seperti dikutip dari Kompascom, Senin (27/11/2017).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua tim Aurora, Muhammad Airul Ayyub. Menurutnya, pengisian baterai akan terjadi secara otomatis saat pengemudi menginjak pedal rem. “Teknologi tersebut akan menambah kemampuan tempuh kendaraan hanya dalam sekali charge. Jika baterai mobil listrik tersebut terisi penuh, akan cukup untuk menempuh jarak sekitar 30 kilometer,” kata mahasiswa semester V Teknik Listrik Industri tersebut.

Selain fitur pengisian baterai tersebut, Yusuf Eko Nur Cahyo, ST., MT selaku dosen pembimbing tim Aurora 01 mengungkapkan, mobil listrik tersebut dibuat dengan konsep baru, yaitu dari segi elektrikal Aurora 01, dimana anak didiknya menggunakan dua motor penggerak yang didukung dengan pengaturan kecepatan secara smooth.

Pengecekan Aurora 01 (Jawapos)

“Pada umumnya, mobil listrik hanya menggunakan satu motor. Tapi dalam mobil listrik ini, kami menggunakan dua motor yang terhubung langsung dengan dua roda belakang, sehingga efisiensinya pun semakin tinggi karena perputarannya seakan tidak terasa,” imbuhnya.

Soal kecepatan, mobil ini nggak dirancang untuk kebut-kebutan, karena hanya memiliki kecepatan maksimal 70 km per jam. Kecepatan bisa optimal dengan memanfaatkan sistem dua roda penggerak untuk mengoptimalkan kecepatan saat berada di tikungan. Selain itu, mobil ini juga menggunakan suspensi independen sehingga suspensi antara roda kanan dan kiri tidak saling mempengaruhi. Ketika melewati jalanan bergelombang pun, tidak akan terasa adanya goncangan. Diharapkan pengendara lebih nyaman dengan digunakannya suspensi independen tersebut.

Inovasi keren karya anak muda harapan bangsa ini memang harus dibanggakan. Kita harus mendukungnya, dan semoga pemerintah bisa ikut dukung juga dengan membantu pengembangannya dan syukur-syukur bisa diproduksi massal. (tom)