Sarjana (Pencaricerah)

Lulus kuliah dan menggenggam gelar sarjana merupakan kebahagiaan bagi mahasiswa. Sebagai lulusan baru dengan ijazah dalam genggaman, menambah rasa percaya diri untuk melamar kerja. Namun, tahukah kamu, JBers, ternyata gelar sarjana tak selalu berarti kamu siap masuk dunia kerja, lho.

Faktanya, menurut Riset Willis Tower Watson Indonesia, 8 dari 10 perusahaan mengaku kesulitan mendapatkan lulusan perguruan tinggi yang siap pakai. HalĀ ini pun dirasakan oleh para lulusan baru. Sebagian besar dari mereka juga mengaku kesulitan mendapat pekerjaan meskipun ijazah sudah dalam genggaman.

Jadi bisa disimpulkan jika gelar sarjana jelas tak cukup. Kok bisa, ya?

1. Dunia kerja dan akademik sangat jauh berbeda

Ilustrasi kerja (Pixabay)

Hal pertama yang mesti kamu ingat bahwa dunia kerja dan akademik jauh berbeda. Misalnya, di dunia kerja nanti kamu akan mendapat tekanan yang jauh lebih berat ketimbang rutinitasmu dalam menyelesaikan tugas kuliah. Tak ada jaminan kamu mudah dapat kerja sekalipun nilaimu sempurna.

Itulah alasan betapa pentingnya kamu mengikuti magang semasa kuliah atau minimal ikut organisasi dan kegiatan kerelawanan agar terbiasa menghadapi tekanan serta mendapat gambaran bagaimana menghadapi atasan. Gak susah-susah banget, kan?

2. Pertimbangkan sudah tepatkah jurusan yang kamu pilih?

Yasa Singgih

Gelar sarjana yang kamu pilih terkadang tak sesuai dengan apa yang kamu minati. Misalnya, minatmu di dunia seni, tapi ternyata kamu malah diterima di jurusan ekonomi.

Nah, lagi-lagi kamu membutuhkan kursus atau setidaknya ikut Unit Kegiatan Mahasiswa alias UKM yang sejalan dengan passion-mu yang sesungguhnya. Sehingga kamu punya nilai lebih selain gelar sarjanamu.

3. Sekalipun jurusan yang kamu pilih sesuai minatmu, tapi mencari pekerjaan tak semudah dugaanmu

Ilustrasi belajar bahasa asing (Okezone)

 

Buat kamu yang memilih jurusan yang tepat, jangan terlalu senang, ya. Apalagi jurusan yang kamu pilih itu merupakan jurusan favorit.

Sebab di luar sana ada ratusan bahkan ribuan orang yang lebih handal dari kamu untuk memperbutkan posisi yang kamu incar di dunia kerja.

Lagi-lagi, gelar sarjana tak cukup, kamu mesti ambil kelas tambahan seperti bahasa asing atau public speaking atau apapun itu yang bisa jadi bekal saat kamu lulus nanti.

4. Pada akhirnya, tanpa skill khusus, gelar sarjana-mu hanya akan sia-sia

Guru privat (Lesprivatglobalpintar)

Sejatinya dunia kerja tak hanya membutuhkan gelarmu, melainkan skillmu. Mendalami keahlian tak cukup hanya di bangku kuliah.

Jika kamu merasa pandai mengajar dan bercita-cita menjadi guru, lebih baik kamu memulai menjadi guru privat bagi anak-anak semasa kuliah. Selain mematangkan skillmu, hal itu juga menambah uang saku. Keren, kan?

5. Ingat, ada banyak orang yang bisa sukses tanpa gelar sarjana

Kisah Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook dan Bill Gates dengan Microsoft-nya sangat fenomenal. Bagaimana tidak, keduanya bisa sukses tanpa gelar sarjana. Selain mereka, ada banyak kisah sukses lainnya.

Artinya, gelar sarjana tak menentukan kesuksesanmu, melainkan kerja keras dan sikap pantang menyerah-lah yang akan menjadi modal utama sebenarnya untuk dapat menapaki di dunia kerja. (rei)