Otak kita merupakan organ terpenting yang luar biasa rumit. Berat otak kita sekitar 1,5 kg, hanya seperempat puluh rata-rata berat tubuh kita lho! Namun, satu hal yang harus kita tahu bahwa kebutuhannya terhadap oksigen mencapai seperlima dari kebutuhan oksigen untuk seluruh jaringan dan organ tubuh kita. Nah, ini menandakan bahwa otak kita merupakan organ yang sangat vital dalam tubuh kita.

Di dalam otak kita terdapat sekitar 10 miliar sel saraf otak (neuron). Setiap sel saraf ini berhubungan dengan 10 ribu sel saraf otak lainnya melalui jutaan â??kabelâ? saraf, sehingga membentuk gumpalan otak kita. Setiap sel saraf otak juga menyimpan satu unit informasi. Luar biasa bukan? Tuhan telah menciptakan manusia dengan bentuknya yang begitu sempurna.

Untuk memperlancar komunikasi antar sel di dalam tubuh, diperlukan jasa zat kimiawi penghantar saraf, yang lazim disebut neurotransmitter. Penelitian menunjukkan bahwa sampai saat ini, dari sekitar 60-an neurotransmitter, baru beberapa yang teridentifikasi dan diketahui dapat mempengaruhi emosi dan perilaku. Diantaranya asetil kolin, dopamine, norepinefrin (sering disebut dengan noradrenalin), adrenalin, dan serotonin. Dari berbagai riset diketahui bahwa makanan dapat mempengaruhi konsentrasi neurotransmitter, yang akan mempengaruhi emosi dan perilaku.

Zat kimiawi penghantar saraf dalam otak kita dibuat dari asam-asam amino yang banyak terdapat di dalam makanan sumber protein. Untuk mengubah asam amino menjadi zat kimia penghantar saraf yang andal, diperlukan vitamin dan mineral. Kelengkapan asupan protein, vitamin, dan mineral sangat menunjang kinerja otak kita.

Kita-kira sekitar 60 persen otak kita terdiri atas lemak, diantaranya terkonsentrasi pada lapisan myelin, suatu jaringan yang bertugas memacu kecepatan penyampaian pesan. Untuk membangun struktur otak dan menjalankan fungsi otak secara maksimal, diperlukan lemak. Diantara sekian jenis lemak, otak memerlukan lemak sehat, terutama lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal. Contohnya yaitu lemak dalam buah alpukat, kenari, almon, ikan, dan minyak zaitun. Lemak tak sehat, khususnya lemak jenuh (banyak terdapat dalam lemak hewan) dan lemak trans (margarine, mentega putih, korsvlet, minyak bekas menggoreng) dapat menghambat fungsi otak.

Dibandingkan dengan organ-organ lainnya, kebutuhan otak akan pasokan aliran darah segar sangatlah tinggi. Bersama darah yang mengalir menuju otak, terbawa pula pasokan zat-zat gizi berupa asam amino, vitamin, dan mineral penting bagi tubuh, serta oksigen dan glukosa (gula darah) yang diperlukan sebagai sumber energy bagi otak. Terhentinya pasokan darah selama 1-2 menit saja dapat mengakibatkan ketidakseimbangan fungsi otak, yang dapat membuat kita linglung atau bahkan tidak sadarkan diri. Bila otak sampai kekurangan pasokan oksigen selama 4 menit saja, fungsi otak akan rusak dan sulit untuk pulih kembali. Untuk itu, kita perlu benar-benar menjaga kesehatan otak kita.

Dalam otak kita terdapat satu system penyaring darah. Hanya zat-zat gizi dan zat kimiawi tertentu yang dalam aliran darah yang bisa diloloskan system penyaring ini untuk bisa memasuki jaringan otak. Yang paling utama adalah oksigen, glukosa, dan zat gizi tertentu. Walaupun ada yang namanya system penyaring darah, namun system ini tidak benar-benar efektif dalam menyaring darah, karena beberapa zat kimia yang seharusnya tidak diloloskan dan dapat mengganggu sistem di otak justru bisa lolos masuk ke jaringan otak, seperti nikotin  dalam rokok, alcohol, kafein yang terdapat dalam kopi, morfin yang terdapat dalam narkotika, dan lain-lain. Untuk itu, menjaga pola makan sangat dianjurkan untuk kesehatan otak kita. (jow)