Ilustrasi beli rumah (Tribunnews)

Mencari rumah yang bisa kamu huni untuk masa depan bisa dibilang sama sulitnya seperti mencari jodoh, apalagi pada zaman sekarang ini, dimana harga properti sudah meningkat dan jadi sulit dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Jika kamu kebetulan memiliki harta lebih dan mampu untuk membeli rumah, sebaiknya jangan buru-buru langsung beli rumah, karena ada 5 hal yang harus kamu hindari berikut ini.

1. Nggak mengamati lingkungan sekitar

Lingkungan rumah (Gambar-rumah)

Hindari mengambil keputusan terburu-buru akibat kelewat bernafsu karena rumah yang ditawarkan terlihat bagus dengan harga yang murah. Sebaiknya sebelum membeli rumahnya, kamu survei dulu langsung ke lokasi rumahnya, dan kamu bisa nilai lingkungan rumahnya seperti apa. Beberapa hal penting yang perlu diketahui adalah apakah kawasan tersebut rawan banjir, macet, atau rawan kriminalitas, selain tentu saja akses dan fasilitas sekitar lingkungan perumahan. Tinjau lokasi rumah pada waktu-waktu tertentu, pada hari kerja, akhir pekan, pagi hari, sore atau malam hari. Atau kamu juga bisa tanyakan pada penduduk sekitar.

2. Mengambil KPR dengan tenor tersingkat

KPR (Aturduit)

Jika kamu memang berniat membeli rumah untuk tempat tinggal, pilihan cicilan KPR (kredit pemilikan rumah) dengan waktu tersingkat bukanlah hal yang tepat, karena cicilan per bulannya bisa sangat besar. Ingat, kamu juga harus mengatur keuangan untuk hal-hal lain yang juga penting seperti biaya sekolah anak, asuransi, dan sebagainya. Jika memungkinkan, kamu bisa ambil KPR dengan waktu terlama, namun jangan terlalu lama juga.

3. Percaya dengan janji lisan

Ilustrasi tanda tangan akta jual-beli rumah (Rumahfaizperjuangan)

Proses jual-beli rumah bisa jadi sebagai transaksi terbesar dalam hidup kamu. Jadi, jangan sekali-kali percaya dengan janji yang diberikan penjual secara lisan. Semua harus tertulis dan ditandatangani kedua belah pihak, dan jika perlu dibubuhkan materai. Sekalipun perjanjiannya seputar hal-hal kecil, seperti pihak penjual rumah atau marketingnya menjanjikan akan memberikan kanopi atau AC sebagai bonus, sebaiknya dituliskan dalam akta jual-beli. Jika kamu  menganggap tidak terlalu penting, minimal rekam seluruh pembicaraan yang berisi perjanjian. Hal ini bisa digunakan sebagai bukti jika nantinya janji yang diberikan penjual itu nggak sesuai dengan kenyataannya.

4. Nggak menyiapkan biaya ekstra

Ilustrasi biaya ekstra (Cermati)

Jangan lupa, saat membeli rumah ada beberapa pengeluaran lain yang dananya harus kamu siapkan dan perhitungkan seperti bea materai, biaya aplikasi, biaya legal, dan beberapa pajak lain. Untuk itu, hitung dengan cermat seluruh pengeluaran untuk membeli rumah, dan sesuaikan dengan kondisi keuangan. Kamu dapat menanyakan kepada agen properti atau pengembang untuk mengetahui biaya-biaya tambahan tersebut.

5. Rumah nggak diasuransi

Ilustrasi asuransi rumah (Pixabay)

Asuransi properti memang tampak sepele, tapi baru terasa manfaatnya saat terjadi bencana seperti kebakaran atau hancur akibat bencana alam. Asuransi properti memiliki banyak manfaat, antara lain mengganti kerugian akibat rumah terbakar, tersambar petir, banjir, pencurian, dan sebagainya. Tapi jika kamu beli rumah melalui fasilitas KPR, maka otomatis rumahnya akan diasuransikan karena sifatnya memang wajib guna mengantisipasi segala hal yang tidak diinginkan.

Itulah 5 hal yang harus kamu hindari dalam membeli rumah, supaya kamu nggak menyesal nantinya. Semoga JB’ers bisa segera memiliki rumah dambaannya ya. (tom)