Diana Anggraeni (Instagram)

Seorang sekuriti atau satpam identik dengan sosok cowok yang gagah dan tegap, lengkap dengan kumisnya untuk membuat wajahnya sangar. Namun satpam yang satu ini jauh dari semua kesan itu. Yang ada kita malah betah menatapnya. Dia adalah Diana Anggraeni.

Karena foto-fotonya tersebar di dunia maya, jelas saja hal itu membuat kehebohan. Kecantikan yang dimiliki Diana itu membuat kaum adam tertarik untuk mencari tahu tentang dirinya. Banyak yang nggak menyangka, Diana Anggraeni (22), cewek asal Subang, Jawa Barat, yang memiliki 9 ribu pengikut di Instagramnya yang bernama @anggraeniza ini bekerja sebagai seorang petugas keamanan atau satpam. Diana mengaku bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah pabrik sepatu di Subang sejak sebulan yang lalu.

Diana Anggraeni (Instagram)

Selama satu bulan itu banyak pengalaman unik yang dia dapat. “Saat saya di kantin, saat istirahat. Saya pernah diperhatikan terus menerus oleh seorang perempuan pekerja di pabrik itu. Lama-lama, perempuan itu menghampiri,” kata Diana.

Saat perempuan itu menghampiri, lanjutnya, baru diketahui jika perempuan itu sedang hamil. “Ternyata perempuan itu meminta izin buat megang hidung sama dagu saya. Katanya, ‘teh saya ingin anak saya mirip seperti teteh kalau lahir nanti, cantik’,” kata Diana.

Bukan tanpa alasan Diana memilih untuk menjalani pekerjaan yang selama ini sering diidentikkan sebagai ranah pekerjaan seorang laki-laki itu. “Saya memang suka hal-hal yang berbau militer,” ujarnya seperti dikutip dari Tribunnewscom, Jumat (26/1/2018). Kesukaannya itu, lanjut Diana, kemungkinan diturunkan dari sosok ayah kandungnya yang juga mengabdi di TNI Angkatan Darat.

Diana Anggraeni (Instagram)

Diana bercerita, sejak kecil dia terkenal ‘tomboy’. “Waktu SD saya suka main kelereng dengan teman-teman cowok. Bahkan, sejak kelas lima SD, saya sudah ikut karate,” ujar cewek yang sudah menyandang sabuk hitam bela diri karate ini.

Kemudian, saat memilih sekolah tingkat atas pun, Diana lebih memilih untuk masuk ke SMKN 2 Subang ketimbang ke SMAN. Alasannya, karena di sekolah itu ada pendidikan awal yang bersifat semi-militer.

Singkat cerita, lulus dari SMK, tahun 2014, Diana akhirnya memutuskan untuk masuk ke sebuah sekolah tinggi keguruan di Subang. “Karena saya memang suka hal-hal berbau militer. Akhirnya saya memutuskan ikut tes Polwan pas semester dua kuliah, pertengahan tahun 2014. Tapi gugur di tes awal,” ujarnya.

Tekad Diana untuk mengabdi di pekerjaan berbau militer tak surut. Akhir tahun 2014, dia mencoba mengikuti tes menjadi personel TNI. “Tahun 2014 akhir saya ikut tes Korps Wanita Angkatan Darat atau di singkat Kowad. Sudah sampai Jakarta, tahap akhir. Tapi gagal lagi,” ujar Diana. Gagal di tes Polwan dan TNI AD, dia tetap tak patah semangat.

Diana Anggraeni (Instagram)

Karena parasnya yang menarik dan kemampuannya yang baik, Diana terpilih menjadi Putri Dirgantara 2016 Lanud Suryadarma, Subang. “Tahun 2017 awal itu kan masih masa jabatan saya sebagai Putri Dirgantara. Terus, saya ditelepon sama salah satu pembimbing saya di Lanud. Katanya, TNI AU sedang buka penerimaan. Saya ikut. Sudah sampe tes di Solo. Tapi gagal lagi,” ujarnya.

Akhirnya, akhir Desember 2017, saat cuti kuliah sebelum mengerjakan tugas akhir Diana mulai mengalihkan tujuannya. Kali ini, dia melamar ke sebuah pabrik sepatu di Subang.

“Awalnya saya nggak melamar di posisi yang spesifik. Tahunya, sama HRD dikasih tahu ada lowongan sebagai perempuan petugas keamanan. Saya diterima. Alasannya karena mungkin pihak perusahaan tahu saya sering ikut tes militer dan saya aktif di karate. Selain itu, fisik saya juga cocok,” katanya.

Diana Anggraeni (Instagram)

Bagi Diana, tidak penting apapun jenis pekerjaannya di dunia. Selama itu halal, sambungnya, dia tidak akan malu menjalaninya. “Saya nggak terlalu memedulikan omongan orang. Karena toh kita nggak bisa menyenangkan semua orang. Pasti ada pro dan kontra,” katanya.

Sebagai penutup, mungkin kamu perlu juga melakukan apa yang dilakukan Diana. Diana memegang satu prinsip yang membuatnya bisa seperti sekarang ini. “Jangan pernah takut gagal. Jika kita takut gagal sebelum memperjuangkan sesuatu, berarti secara tidak langsung kita membatasi kemampuan kita,” ujarnya. Intinya, jangan takut gagal, dan jangan pernah menyerah saat gagal. (tom)