Angpao (Kompas)

Angpao bisa jadi hal yang paling ditunggu oleh anak-anak saat perayaan Imlek. Tradisi memberi uang di Tahun Baru etnis Tionghoa ini memang telah lama dilakukan dan bahkan menyebar ke tradisi perayaan lain.

“Cerita mengenai angpao banyak yang paling umum adalah bungkusan merah guna mengusir setan,” kata Ketua Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Hermina Sutami, seperti dikutip dari Kompascom, Jumat (16/2/2018).

Angpao sendiri memiliki arti bungkusan merah. Pada buku “5000 Tahun Ensiklopedia Tionghoa 1” karya Christine dan kawan-kawan, terbitan St Dominic Publishing tahun 2015 disebutkan bahwa warna merah di Tiongkok juga identik dengan api. Merah itu melambangkan kemeriahan dan kehangatan. Maka nggak heran warna merah mendominasi ornamen Imlek.

Lampion untuk Imlek (Kompas)

Warna merah pada angpao juga punya arti lain, yaitu melambangkan kebaikan, semangat, dan kesejahteraan. Jadi, mereka yang menerima angpao di Hari Imlek 2018 ini diharapkan nasibnya akan jauh lebih baik.

Selain arti dari warna merah, angpao juga memiliki makna filosofi transfer kesejahteraan atau energi. “Transfer kesejahteraan dari orang mampu ke nggak mampu, dari orangtua ke anak-anak, dari anak-anak yang sudah menikah ke orangtua,” ujar¬†Budayawan Budi Santosa Tanuwibawa.

Tradisi Tionghoa juga mengenal pemberian angpao yang diberikan 7 hari menjelang Imlek. Budi menyebut hal ini sebagai Hari Persaudaraan. “Ini mewajibkan orang yang merayakan Tahun Baru Imlek untuk membantu sesama yang nggak mampu merayakannya,” kata Budi.

Angpao (Pressidium)

Menariknya dalam tradisi memberi angpao ada peraturan yang nggak tertulis. Sebelum menerima angpao, anak-anak diharuskan mengucapkan selamat tahun baru dengan membungkus kepalan tangan kanan dengan tangan kiri. Sebab tangan kanan berkesan agresif.

Pemberi angpao biasanya adalah orang yang telah menikah. Jadi selain anak-anak, orang yang belum menikah masih berhak mendapatkan angpao. Bukan hanya berbagi rezeki tetapi juga doa agar cepat mendapat jodoh.

Jika orang yang belum menikah ingin memberikan uang, dapat memberi uang tanpa dibungkus amplop merah tersebut. Mengenai jumlah angpao-nya, nggak ada aturan untuk besaran jumlah uang di angpao. Semua disesuaikan dengan kemampuan yang memberi. Namun ada kepercayaan bahwa jumlah uang yang diberikan harus genap. Karena angka ganjil maka angpaonya itu untuk duka cita.

Angpao (Oomph)

Tradisi memberi angpao ini juga ada di momen perayaan lain, seperti Lebaran. “Budaya Betawi mengadopsi kebiasaan keturunan Tionghoa ini untuk memberikan angpao kepada anak-anak kecil. Amplopnya sudah nggak berwarna merah lagi, tetapi hijau,” kata Hermina.

Jadi, warna merah pada angpao itu memang berkaitan dengan warna merah itu sendiri, yang melambangkan kemeriahan dan kehangatan. Diharapkan pada momen Imlek ini, kita sesama manusia bisa saling memberikan kehangatan terlepas dari etnis mana mereka berasal. Apakah kamu sudah menerima angpao? (tom)