Penjual jamu cantik (Instagram)

Gadis penjual jamu di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendadak viral di media sosial. Pasalnya, gadis asal Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri ini berparas cantik menawan. Siapa dia?

Salah satu akun Instagram bernama @dagelan_jowo memposting foto penjual jamu tersebut dengan caption “meriango koyo ngopo yen bakule koyo ngene yo langsung sehat”, yang artinya “mau meriang seperti apa juga kalau penjualnya gini ya langsung sehat”. Caption itu diikuti dengan foto gadis penjual jamu gendong yang tersenyum manis. Ratusan komentar warganet pun menghiasi postingan di akun tersebut.

Setelah ditelusuri, terungkap bahwa nama gadis penjual jamu itu adalah Pratiwi Safarina. Pratiwi adalah lulusan SMP asal Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Gadis manis asal bumi gaplek itu memilih berjualan jamu gendong keliling di Bogor karena orangtuanya nggak memiliki biaya untuk menyekolahkannya ke SMA.

“Setelah saya lulus SMP, saya ikut orangtua dan kakak saya di Bogor jual jamu gendong keliling di Jonggol, Bogor,” ujar Pratiwi seperti dikutip dari Kompascom, Senin (19/2/2018).

Pratiwi mengungkapkan, meski masih berusia belia, dia tidak malu berjualan jamu gendong keliling. Baginya, berjualan jamu gendong menjadi salah satu mencari rezeki yang berkah dan halal. “Saya tidak malu berjualan jamu gendong keliling. Kan saya tidak mencuri,” ungkap Pratiwi.

Menurut Pratiwi, dia pertama kali berjualan jamu gendong sejak enam bulan lalu. Saat pertama berjualan, ia merasa waswas. Namun, kondisi itu nggak berlangsung lama. Pada awal berjualan, kata Pratiwi, saudaranya mengikutinya selama tiga hari. Selanjutnya, ia berjualan sendiri jamu gendong keliling wilayah Jonggol, Bogor.

Pratiwi Safarina (Instagram)

“Saya berangkat siang karena pagi masih jaga anak kakak saya. Berangkat naik angkutan umum, turun di sekolah, lalu jalan keliling berjualan jamu gendong,” ujar Pratiwi.

Dia mengaku tertarik berjualan jamu gendong setelah melihat rekan-rekanya mendapatkan penghasilan dari hasil berjualan jamu. Ia pun meracik jamu tradisional, mulai dari beras kencur hingga kunir, sendiri alias tanpa bantuan orangtuanya.

“Setelah setahun tinggal di Bogor, saya melihat teman-teman berjualan jamu kok enak. Saya juga ingin memiliki pengalaman bekerja sendiri sebelum nanti menikah,” jelasnya.

Setelah enam bulan berjualan, gadis kelahiran Wonogiri, 2 Mei 2001, ini kini sudah mendapatkan banyak langganan. Caranya berjualan yang sopan dan supel menjadikan banyak orang membeli jamu gendongnya. “Terkadang jamu gendong jualan saya sampai habis. Satu hari bisa dapatkan Rp 100 ribu,” kata Pratiwi.

Berjualan jamu gendong nggak hanya mendapatkan sukanya saja, acap kali ia harus menghadapi pembelinya yang usil. Namun, kondisi itu nggak membuatnya takut berjualan. “Hanya digoda-goda saja. Tidak sampai ke fisik,” ucap Pratiwi.

Tiwi mengaku sudah nggak akan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dirinya akan fokus usaha berjualan jamu gendong untuk masa depannya nanti. “Tidak sekolah lagi, lha badannya sudah bongsor. Lagian saya akan menikah bulan Juni ini,” katanya. Ya, Pratiwi diketahui sudah punya pacar dan berencana akan menikah.

Untuk menggapai cita-citanya, Pratiwi nggak akan berhenti berjualan jamu gendong. Putri kedua pasangan Mariman (42) dan Marni (37) itu ingin membuka usaha kios bersama pria idamannya di kampung halaman bila modal sudah terkumpul.

Semoga usaha jamunya bisa terus maju dan bisa menggapai cita-cita yang sudah diidamkan Pratiwi. (tom)