Kalender (Pexels)

Seperti yang kita tahu bersama, dalam satu minggu itu terdiri dari 7 hari, yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Tapi tahukah kamu kenapa dalam satu minggu itu terdiri dari 7 hari? Begini asal usulnya.

Pada zaman dulu, orang-orang belum memiliki penanggalan yang sah. Setiap bangsa atau suku memiliki penanggalannya masing-masing. Misalnya saja penanggalan suku Maya, penanggalan suku Aztec, dan lain-lain. Ada yang percaya kalau seminggu itu terdiri dari 10 hari. Atau ada juga yang percaya seminggu itu 5 hari.

Penetapan adanya 7 hari dalam seminggu itu diperkirakan dimulai oleh bangsa Babilonia pada abad ke-6 Sebelum Masehi. Mereka percaya bahwa Tuhan menciptakan Bumi dalam waktu 7 hari dan menetapkan hari ke-7 sebagai hari untuk beristirahat. Karena itulah mereka menganggap kalau seminggu itu terdiri dari 7 hari. Pada saat itu, hari belum memiliki nama, mereka hanya menyebutnya hari pertama, hari kedua, dan seterusnya.

Julius Caesar (Steemit)

Kemudian pada zaman Romawi Kuno, tepatnya saat Julius Caesar berkuasa, barulah hari-hari yang berjumlah tujuh itu diberi nama. Nama-nama hari itu ditetapkan berdasarkan Matahari, Bulan, dan nama 5 planet. Saat itu, orang-orang tahu kalau tata surya kita terdiri dari Matahari, 6 planet, dan Bulan. Berikut asal nama-nama hari yang kita kenal sekarang.

  1. Minggu (Sunday) adalah Matahari (Sun).
  2. Senin (Monday) adalah Bulan (Moon).
  3. Selasa (Tuesday) adalah Mars yang identik dengan Tiw, dewa perang dalam mitologi di Eropa utara.
  4. Rabu (Wednesday) adalah Merkurius yang identik dengan Dewa Woden.
  5. Kamis (Thursday) adalah Jupiter yang identik dengan Dewa Thor.
  6. Jumat (Friday) adalah Venus yang identik dengan Dewi Freya.
  7. Sabtu (Saturday) adalah Saturnus (Saturn).

Nama-nama hari dan jumlah 7 hari dalam seminggu itulah yang kita gunakan sampai hari ini. Selamat, pengetahuan kamu kini bertambah. (tom)