Film Indonesia (Fotojet)

Kebanyakan masyarakat Indonesia sendiri hanya tahu film Indonesia bergenre romantis, komedi, horor, atau beberapa film action yang dibintangi artis papan atas saja. Padahal banyak film Indonesia yang menjadi favorit dan tayang di luar negeri karena memiliki alur cerita dan adegan yang nggak kalah menantang dengan film Hollywood. Sayangnya, film seperti itu malah dilarang tayang di Indonesia. Berikut adalah 5 film Indonesia yang dilarang tayang di dalam negeri namun sukses di luar negeri.

1. Something in the Way (2013)

Adegan film Something in the Way (Cinema-life)

Film yang sebelum penayangannya sudah diprediksi akan dicekal ini memang menuai banyak kontroversi. Film yang diperankan oleh beberapa aktor ternama Indonesia seperti Reza Rahadian dan Ratu Felisha ini memang banyak adegan kontroversial. Film ini benar-benar membahas hal yang sangat sensitif tentang agama dan hubungan antar manusia. Meskipun film ini dilarang tayang di Indonesia karena nggak sesuai dengan tata krama masyarakat, film ini tayang di Berlinale (Berlin International Film Festival) 2013  dan pernah menjuarai festival film di luar negeri.

2. Lady Terminator (1988)

Adegan film Lady Terminator (Moviesfilmsandflix)

Film Indonesia yang berjudul “Lady Terminator” atau lebih dikenal masyarakat Indonesia dengan nama “Pembalasan Ratu Laut Selatan” ini ternyata sempat populer di luar negeri. Bahkan film ini pertama kali rilis di bioskop Amerika Serikat pada tahun 1988 dan sangat populer di sana kala itu. Namun film ini nggak diperbolehkan tayang di Indonesia lantaran banyak adegan yang sadis dan juga adegan yang terlalu terbuka. Karena nggak sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia, maka film ini dilarang tayang di bioskop tanah air.

3. Merdeka 17085 (2001)

Merdeka 17805 (Twitter)

Film ini sebenarnya adalah gabungan dari produksi perfilman Jepang dengan produksi perfilman Indonesia. Film ini dilarang tayang di bioskop tanah air lantaran ceritanya yang bertentangan dengan sejarah Indonesia yang sesungguhnya. Selain itu di dalamnya banyak adegan yang akan melukai perasaan bangsa Indonesia, sehingga jika sampai film ini tayang ditakutkan akan menimbulkan konflik baru antar negara Indonesia dan Jepang yang sudah damai ini. Berbeda halnya dengan di Jepang, film ini ternyata sangat populer dan meraup jutaan Yen saat itu.

4. The Act of Killing (2012)

The Act of Killing (Theactofkilling)

Masih dalam dunia perfilman yang membahas tentang sejarah Indonesia, kali ini berkisah tentang gerakan G30S PKI. Karena film ini memiliki tujuan yang baik dan menceritakan kisah yang sangat keren, maka banyak penghargaan yang diraih oleh film “The Act of Killing” atau dikenal dengan judul “Jagal” ini, seperti nominasi Academy Award dan memenangkan BAFTA 2014. Namun karena ditakutkan film ini akan membangkitkan semangat PKI, maka film ini dilarang tayang di Indonesia.

5. The Look of Silence (2015)

Senyap (YouTube)

Film “The Look of Silence” atau dikenal di Indonesia dengan judul “Senyap” ini merupakan lanjutan atau sekuel dari “Jagal” di atas. Dari sutradara, produser dan semua pembuat film ini masih sama. Namun semua pemerannya yang telah berganti. Bahkan film ini lagi-lagi mampu menarik perhatian khalayak umum, terutama di luar negeri. Buktinya, film ini mendapatkan rating yang cukup tinggi di IMDb, yaitu 8,3/10. Namun sayang film ini masih belum bisa tayang di Indonesia karena banyak adegan kekerasan di dalamnya.

Film mana yang sudah pernah kamu tonton dari 5 film di atas? (tom)